4.224 Anak Pernah Terpapar Covid-19, Pemkab Bogor Belum Canangkan Vaksinasi Anak

by -
ILUSTRASI

METROPOLITAN.id – Pemerintah pusat memang telah mencanangkan vaksinasi kepada anak dan remaja. Hal tersebut untuk menanggulangi penularan covid-19 yang kian masif.

Namun sayangnya vaksinasi untuk anak usia 12 dan 17 tahun di Kabupaten Bogor hingga saat ini belum dicanangkan. Padahal dari awal Maret 2020 hingga Juni kemarin 4.224 anak dilaporkan positif Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Kita belum mendapatkan arahan, karena sampai saat ini vaksinasi di Kabupaten Bogor masih usia 18 tahun kearas,” kata Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana menyebutkan kasus infeksi Covid-19 pada anak semakin banyak dan terus meningkat.

Baca Juga  Masyarakat Diajak Salat Subuh Berjamaah

“Total jumlah itu sampai Juni kemarin, tapi sekarang juga masih ada penambahan, dan belum didata lagi,” kata Adang.

Adang merinci, data kasus Covid-19 pada anak-anak tersebut terbagi menjadi dua kategori. Untuk kategori balita atau anak berusia 0 hingga lima tahun, yaitu sebanyak 1.230 anak. Sedangkan pada kategori anak berusia enam sampai 19 tahun sebanyak 2.994 anak.

“Ini juga sebanding dengan angka kesembuhannya yang tinggi. Tapi untuk kasus kematian kayaknya belum ada, karena imun anak-anak kan juga kuat,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa ribuan anak yang terpapar Covid-19 itu kebanyakan tertular dari orangtuanya yang tak taat protokol kesehatan (Prokes).

Sementara itu, pemerintah pusat kini menambah target vaksinasi yang semula 181,5 juta orang menjadi 208,2 juta orang. Jumlah tersebut seiring kelompok penerima vaksin yang diperluas kepada anak-anak dan remaja berusia 12-17 tahun.

Baca Juga  Kawasan Pasar Citeureup Semrawut

“Pemerintah telah memutuskan bahwa jumlah minimal masyarakat yang akan divaksinasi naik dari target semula sebanyak 181,5 juta orang menjadi 208 juta orang,” kata Juru Bicara Kominfo Dedi Permadi.

Dedi menyebut, penambahan dan perluasan target vaksinasi tersebut guna membentuk herd immunity atau kekebalan komunal di tengah masyarakat.

Merujuk laporan Kementerian Kesehatan, penambahan target minimal jumlah vaksinasi tersebut rinciannya yakni, 26,7 juta untuk anak-anak dan remaja, lalu 141,2 juta untuk masyarakat umum dan rentan. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *