Alhamdulillah, Kasus Isoman Meninggal di Bogor Turun

by -

METROPOLITAN.id – Ketua Koordinator Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menuturkan, bahwa tren kasus pasien Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah mulai turun.

Saat ini, jumlah pasien Isoman meninggal dunia di rumah yang sempat menyentuh angka puluhan perhari, kini hanya berada di angka satuan.

“Alhamdulillah trennya mulai menurun. Kalau liat dari awal waktu tinggi-tingginya itu sampai 10 hingga 11 kasus perhari, sekarang hanya 1 hingga 3 kasus saja,” kata Rino kepada wartawan, Kamis (29/7).

Dijelaskannya, tercatat sejak Minggu hingga Rabu (4-28/7), pihaknya sudah menangani sebanyak 106 pasien. Diharapkan, kasus pasien Isoman meninggal di rumah tidak ada lagi.

Baca Juga  Kota Bogor Masuk Zona Merah, Ini Penyebabnya

“Hari ini belum ada dan semoga tidak ada lagi (kasus pasien Isoman meninggal),” ucap pria yang menjabat sebagai Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor itu.

Soal ketersediaan peti jenazah, dituturkan Rino, saat ini jumlahnya terhitung aman. Karena, baru-baru ini pihaknya mendapatkan bantuan dari para dermawan, jika ditotal ketersediaan peti jenazah yang ada di pihaknya saat ini mencapai 300 buah.

“Jadi ketersediaan peti cukup untuk stok, kan kita juga punya anggaran, pada saat peti ini kurang dan habis, kita juga sudah menyiapkan anggaran,” imbuhnya.

“Insya Allah (dalam waktu sekat) saya izin kepimpinan untuk didistribusikan ke rumah sakit, jadi peti jenazah ini tidak hanya (di simpan) di posko saja,” sambung dia.

Baca Juga  RS Rujukan di Kota Bogor Dipaksa Tangani 35 Persen Pasien Covid-19

Disinggung terkait prosedur bagi warga yang membutuhkan peti jenazah, dibeberkan Rino, nanti warga tinggal melaporkan kepada aparatur wilayah, dalam hal ini RT/RW. Nanti, mereka akan meneruskan laporan itu ke Puskesmas terdekat.

“Jadi Puskesmas nanti yang memastikan bahwa korban benar meninggal dunia karena Covid-19 atau tidak,” beber dia.

“Kalau benar nanti Puskesmas akan mendata secara komplit seperti data diri korban lalu melaporkannya ke kami,” lanjutnya.

Setelah itu, ditambahkan Rino, pihaknya akan melakukan follow up dengan cara menurunkan tim ke rumah duka.

“Di rumah duka nanti kita langsung lakukan pemulasaran terhadap korban serta koordinasi dengan PDD tempat pemakaman untuk menyiapkan lahan,” kata Rino.

Baca Juga  Ini Kronologi Warga Perumahan Griya Katulampa Terpapar Covid-19

“Semuanya gratis dan tidak di pungut biaya. (Tugas) Kita melakukan pemulasaran hingga membawa jenazah ke pemakaman, nanti dari pihak TPU yang memakamkan,” tandasnya. (mg3/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.