Anies bakal Tindak Perusahaan yang Paksa Karyawan Ngantor

by -

METROPOLITAN – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mempersilakan warga melapor jika ada perusahaan nonesen­sial yang memaksa karyawan­nya bekerja di kantor saat PPKM Darurat. Ia menjamin timnya langsung bergerak menindaklanjuti laporan ter­sebut.

”Bagi karyawan yang be­kerja di sektor nonesensial dan perusahaannya memaksa untuk bekerja, laporkan lewat JAKI. Anda laporkan di situ. Biar nanti tim kita bertindak,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Anies pun mewanti-wanti perusahaan agar taat pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Di mana hanya pekerja sektor esensial dan kritikal yang boleh berke­giatan di luar selama PPKM Darurat ini.

”Perusahaan-perusahaan wajib menaati keputusan pe­merintah. Pemerintah telah menetapkan hanya sektor esensial dan sektor kritikal yang bisa berkegiatan di masa PPKM Darurat,” tegasnya.

Baca Juga  Relawan Anies di Bogor Gerilya ke Akar Rumput, Target 3000 Pendukung Ikut Gabung

Anies juga menegaskan, pembatasan dilakukan bukan untuk mengosongkan ibu kota, melainkan demi meny­elamatkan warga dari penu­laran virus corona. Ia me­minta perusahaan memahami hal ini. ”Jadi, mari kita ikut menjadi bagian dari penyelama­tan. Kasihan para karyawan kalau pimpinan perusahaan­nya terus memaksakan me­reka harus masuk, padahal bukan sektor esensial,” ujarnya.

Sekadar diketahui, mema­suki hari ketiga pelaksanaan PPKM Darurat di Jakarta, pe­merintah menyekat sejumlah titik demi meminimalkan kerumunan. Tampaknya hal tersebut malah menambah masalah baru, yaitu adanya kemacetan di sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat.

Akibat tingginya jumlah pengendara yang melalui jalan tersebut, polisi memu­tuskan akan mempertebal petugas jaga di Jalan Raya Daan Mogot. Hal ini dikon­firmasi langsung Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo.

Baca Juga  BPJamsostek Beberkan Strategi Kerja 2021

”Kami juga akan melakukan penebalan pasukan jika nan­ti adanya eskalasi peningkatan massa yang akan melintas,” ujar Ady dalam keterangan tertulis. Selain Daan Mogot, sejumlah foto di media sosial menunjukkan keluhan masy­arakat soal kemacetan di be­berapa ruas jalan di Jakarta Pusat imbas adanya penyeka­tan masa PPKM Darurat. Po­lisi mengungkapkan kebijakan tegas penyekatan diberlakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

”Itu sengaja kita tutup total. Kita perketat benar-benar yang boleh masuk yang se­suai sama aturan Kemen­dagri aja. Esensial dan kriti­kal ya,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardji. Ke­macetan di Jakarta Pusat diketahui terjadi salah satu­nya di Jalan Blora dan di daerah Salemba. Dari foto-foto yang beredar, terlihat kepadatan kendaraan di lo­kasi. (dtk/suf/py)

Baca Juga  17 Jabatan Kosong, Anies Marah ke Ratusan ASN DKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *