Apes! Empat Pasangan Mesum Keciduk Satpol PP

by -

METROPOLITAN – Seba­nyak empat pasangan bukan suami-istri diamankan saat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor, Jumat (2/7). Operasi tersebut dip­impin langsung kepala seksi pengendalian operasional bersama 40 personel penegak perda di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor.

Operasi itu menyasar tempat hiburan malam yang masih beroperasi di atas ketentuan jam operasional. Dari hasil operasi, total empat pasangan bukan suami-istri dan pe­mandu lagu diamankan ke Mako Satpol PP Kabupaten Bogor.

”Di wilayah Megamendung, kita mendatangi hotel yang di dalamnya terdapat tempat karaoke. Dan ternyata masih beroperasi. Pengunjungnya kita bubarkan dan penanggung jawab tempat kita data, yang selanjutnya akan dipanggil ke mako guna proses lebih lanjut,” kata Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Rhama Kodara.

Baca Juga  Satpol PP Sesumbar Razia THM di Cileungsi

Ia menuturkan, kegiatan itu berlanjut ke hotel di wilayah Kecamatan Ciawi. Petugas mendapati empat pasangan bukan suami-istri yang be­rada di satu kamar. Keempat­nya dibawa ke Mako Satpol PP.

”Di hotel yang ada di Ciawi, ada empat pasangan yang berada di satu kamar kita pe­riksa. Setelah memeriksa kartu identitasnya, mereka bukan suami-istri. Kita bawa ke mako untuk diproses lebih lanjut,” tambah Rhama.

Petugas kembali berlanjut ke wilayah Kecamatan Cigom­bong. Di sebuah tempat ka­raoke yang masih beroperasi, petugas juga membubarkan dan mengamankan minuman keras untuk dibawa ke Mako Satpol PP.

”Kita juga melakukan pem­bubaran dan penutupan di tempat karaoke yang ada di Cigombong. Mereka men­jual minuman keras yang tidak berizin, dan langsung kita bawa juga. Selain itu, dua pe­mandu lagu yang ada di sini kita amankan juga untuk di­proses di mako,” terangnya.

Baca Juga  Hayo.. Satpol PP Bakal Bongkar THM Limusnunggal

Selain melakukan operasi, sambungnya, Satpol PP Ka­bupaten Bogor juga mem­beri arahan untuk tidak bero­perasi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy­arakat (PPKM) Darurat yang akan efektif mulai 3 sampai 20 Juli. Selama PPKM Darurat, pihaknya akan terus melaku­kan patroli serta penyekatan dan Operasi Pekat setiap ha­rinya untuk mendukung atu­ran pemerintah perihal PPKM Darurat.

”Dalam PPKM Darurat, kita akan lebih intens dalam pa­troli pengawasan protokol kesehatan, operasi penyeka­tan, dan Operasi Pekat. Dan akan kami lakukan setiap harinya. PPKM Darurat ini kan sebagai upaya pemerin­tah menekan kasus Covid-19. Kami harap masyarakat saling bekerja sama untuk menekan penyebaran Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti aturan yang ada pada PPKM Darurat,” pungkasnya. (mul/b/suf/run)

Baca Juga  Puluhan Linmas Digembleng Satpol PP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *