APPBI: Pengunjung Mal cuma 10 Persen

by -
SEPI: Kondisi Mal Botani Square Bogor terlihat sepi dari pengunjung, Kamis (13/5). Kehadiran pengunjung berbanding terbalik dengan kondisi malam takbiran pada Rabu (12/5) | Foto : Istimewa

METROPOLITAN – Pusat belanja Indonesia atau mal mendapat napas kendati pe­merintah menerapkan Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di satu daerah. Ting­katan pembatasan tersebut terdapat sejumlah kelongga­ran. Di antaranya, pusat per­belanjaan atau mal masih boleh beroperasi meskipun waktunya dibatasi sampai pukul 17:00 waktu setempat.

Pembatasan waktu opera­sional itu dianggap hanya membuat kunjungan sebuah mal, pusat perbelanjaan, atau restoran sangat menurun. Diperkirakan maksimal men­capai 10 persen saja.

“Masih akan memberatkan dikarenakan baru boleh be­roperasi hanya dengan kapa­sitas 25 persen saja dan hanya boleh buka sampai dengan pukul 17:00 saja,” kata Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, saat dihubungi JawaPos.com, Senin (26/7).

Baca Juga  Kerek Penjualan lewat Seasonal Marketing

Dengan pembatasan itu, kata Alphonzus, mal dan resto­ran kehilangan puncak kun­jungan (peak hour). APPBI pun berharap PPKM Level 4 dan 3 dapat berjalan efektif, sehingga pembatasan saat ini tidak berlangsung berkepan­jangan. Walaupun pusat be­lanja dan restoran boleh be­roperasi, namun pengusaha di bidang tersebut pasti men­galami pendapatan yang menurun. “Pusat Perbelan­jaan yang beroperasi hanya sampai dengan jam 17 dan hanya dengan kapasitas 25 persen. Maka, tingkat kun­jungannya hanya akan berki­sar 10 persen saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Sabtu (24/7), Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid mengusul agar pusat perbelanjaan dapat berope­rasi penuh dengan syarat seluruh pegawai dan peng­unjung telah melakukan vaksi­nasi.

Menurut Alphonzus Wid­jaja, hal itu merupakan usulan yang bagus. Selain dapat mem­buat roda perekonomian kembali berputar, juga mendo­rong percepatan vaksinasi.

Baca Juga  APPBI Minta Diskon Pajak dan Subsidi Upah

“Saya kira usulan yang da­pat dipertimbangkan karena akan mendorong juga per­cepatan vaksinasi,” pungkas­nya. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *