Bukannya Kondusif, Antrean Vaksinasi Covid-19 di Puri Begawan Bogor Malah Semrawut

by -

METROPOLITAN.id – Kegiatan pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Puri Begawan, Kota Bogor tak terkendali pada Selasa (27/7) siang. Sejumlah peserta berdesakan demi mendapatkan dosis vaksin virus Corona tersebut.

Pantauan Metropolitan.id di lokasi, sejumlah peserta vaksinasi Covid-19 terlihat berdesakan di depan pintu masuk lobi gedung Puri Begawan sejak pukul 13:00 WIB.

Mereka berdesakan menunggu giliran dipanggil petugas sesuai nomor urut yang dimiliki.

Setelah dipanggil ke dalam lobi, satu persatu peserta vaksinasi dipersilahkan mengantre dengan cara duduk menunggu giliran di suntik dosis vaksin Covid-19.

Aksi desak-desak ini sendiri berlangsung cukup lama. Kondisi berangsur kondusif sekitar pukul 14:30 WIB.

Seperti diungkapkan seorang peserta vaksinasi Covid-19, Meida (24). Menurutnya, kepadatan di depan pintu masuk lobi gedung Puri Begawan sebenarnya sudah terjadi sejak pukul 12:00 WIB, setelah antrean sempat ditutup petugas.

Namun, dijelaskan perempuan yang berprofesi sebagai guru ini, saat petugas kembali membuka antrean, ditambah sistem yang digunakan panitia menggunakan nomor antrean, akhirnya kerumunan tak terhindarkan.

“Seharusnya saya tempatnya bukan disini (vaksinasi), tapi harusnya di Ekalokasari, berhubung ada PPKM level 4 jadi mal ditutup, jadinya dialihkan kesini,” katanya.

“(Kalau) yang di Ekalokasari itu lebih teratur karena sudah di data terkait jam vaksinasinya,
kalau di sini malah pake sistem ambil nomor antrean jadi sempet rebutan juga ngambil nomor antrean,” ujarnya.

Baca Juga  Airlangga: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Vaksin Gratis Tetap Tersedia

Hal senada diungkapkan peserta vaksinasi lainnya, Azkia (20). Menurutnya, sebenarnya jadwal ia mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 ini berada di Mal Ekalokasari.

Akan tetapi, berhubung mal ditutup imbas PPKM Level 4, peserta dialihkan ke Puri Begawan, Braja Mustika atau mal Boxies.

“Berhubung di Puri Begawan di buka kembali untuk umum, saya kesini. Semua persyaratan juga sudah saya lengkapi,” katanya.

“Tetapi karena sarana dan prasarana disini masih kurang, akhirnya terjadi kerumunan antar peserta untuk mendapatkan vaksin,” ucap dia.

“Antara satpam yang di depan sama yang di dalam juga beda, jadi sempat ada miss komunikasi,” sambungnya.

Atas persoalan ini, ia meminta pemerintah agar menambah lagi lokasi vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat.

“Karena kan warga saat ini antusiasnya sangat tinggi, jadi harus di imbangi dengan tempat yang banyak juga,” harapnya.

Untuk diketahui, kerumunan imbas kegiatan vaksinasi massal di Puri Begawan juga sempat terjadi pada pagi harinya. Antrean para peserta vaksinasi mengular hingga parkiran basemen gedung yang berlokasi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur tersebut.

Pantauan di lokasi, sebelum bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, para peserta terlebih dahulu mengantre secara berjajar ke belakang.

Setelah itu, mereka dapat memasuki ruang lobi gedung untuk duduk secara bergantian, menunggu namanya dipanggil lalu mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Baca Juga  Ribuan Warga Bogor Kumpul di Stadion Pakansari

Namun, karena banyaknya peserta vaksinasi yang datang ke lokasi, menyebabkan antrean mengular hingga keluar gedung. Bahkan, antrean mencapai tempat parkir basemen Puri Begawan.

“Iya ngantre sampai bawah, lama, pegel. Capek sih cuma ya harus dijalanin karena kan kita butuh vaksin, apalagi demi kesehatan bersama ya, jadi gpp harus dilakuin,” kata salah seorang peserta vaksinasi, Monalisa (23).

“Karena kalau gak kaya gitu kita gak akan dapat-dapat vaksin, karena buat daftarnya juga susah sih, kuotanya susah banget,” sambungnya.

Meski begitu, Monalisa mengakui bahwa cara yang digunakan panitia menyebabkan antrean panjang hingga menimbulkan kerumunan.

Untuk itu, ia menyarankan sebaiknya panitia mencari cara lain agar bisa membuat antrean tidak sebanyak tadi.

“Itu bikin kerumunan ya antre panjang kaya begini, alangkah lebih baiknya lagi cari cara yag lebih bisa membuat antreannya tidak sebanyak tadi sih,” sarannya.

“Karena gak secara langsung sudah terjadi kerumunan dengan antrean sepanjang itu, karena benar-benar dari basement sampai ke atas, itu penuh benar-benar penuh,” lanjut dia.

Disisi lain, Monalisa mengaku senang sudah mendapatkan dosis vaksin pertama Covid-19. Karena, tidak secara langsung dosis vaksin ini sudah menjaga imunnya.

“Seneng sih, tinggal yang kedua aja, walaupun vaksin ini tidak menutup kemungkinan kita kena covid, setidaknya udah ada yang menjaga imun kita lah,” ujarnya.

Menanggapi antrean vaksinasi yang menyebabkan kerumunan, Kabid SDK Dinkes Kota Bogor, Farida mengaku kaget. Karena, sebenarnya pihaknya sudah membuat mekanisme antrean berdasarkan by name dan by jam, di mana setiap jamnya diperuntukkan untuk sekitar 400 orang peserta.

Baca Juga  Cerita Orang Tua di Bogor Usai Anaknya Penyandang Disabilitas Divaksin Covid-19

Ia menduga antrean yang panjang ini terjadi lantaran para peserta vaksin tidak melihat jam sehingga menyebabkan antrean menumpuk.

“Biasanya pengalaman kami disini jam-jam 11 itu jam sepi, kami kaget makanya kok sampai penuh seperti kaya ini,” herannya.

“Tapi positifnya animo masyarakat alhamdulillah untuk vaksin ini luar biasa, saya juga mengucapkan terima kasih kesadaran masyarakat Kota Bogor sudah bagus untuk vaksin ini,” ucap dia.

“Padahal hari ini kita melaksanakan vaksinasi ini di beberapa tempat yaitu mal boxies, Puri Begawan, Braja Mustika dan Botani, total 2.900 (peserta vaksinasi) ada dari Koni dan masyarakat umum,” sambungnya.

Meski begitu, Farida memastikan antrean saat ini sudah berjalan kondusif dan terkendali. Karena, setelah antrean yang mengular itu pihaknya memutuskan untuk memberhentikan sementara peserta vaksin untuk mengantre ke dalam gedung.

“Karena kita lihat kapasitasnya sudah banyak di dalam gedung, jadi kita stop dulu untuk yang selanjutnya nanti kita akan lanjutkan jam 1,” imbuh dia.

“Kita juga sudah ingatkan dan saya sudah keliling, saya lihat tadi ke bawah juga sudah tidak ada antrean,” tandasnya. (mg3/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *