Cintaku Berawal dari Benci dan Berakhir dengan Belajar Membenci (3)

by -

Cintaku Berawal dari Benci dan Berakhir dengan Belajar Membenci (3)

DEWA dipindahkan ke kantor pusat kami di Jakarta. Sedih sudah pasti, tapi aku juga tidak dapat berbuat apa-apa. Aku bertanya pada Dewa akan dibawa ke arah mana hubungan yang salah ini. Pada akhirnya kami sepakat mengakhiri­nya. Sesungguhnya aku tak rela, bagai­mapun juga aku benar-benar meny­ayangi Dewa. Aku melepasnya pergi.

Apakah kalian berpikir bahwa kisah ini berakhir sampai di sini, tentu saja tidak. Aku merasa takdir mempermainkanku. Aku berharap dapat pindah ke kantor cabang agar bisa menjauh dari Dewa, tapi pada kenyataannya surat pindah itu menempatkanku di kantor pusat. Kantor yang sama dengan Dewa di Jakarta. Aku merasa bisa gila lama-lama dengan situasi ini. Meskipun berada di kantor yang sama tapi aku tak pernah berjumpa dengan Dewa. Mencaripun tak pernah. Hingga dua bulan sejak aku pindah tiba-tiba Dewa mencariku. Aku tanya kenapa, Dewa hanya bilang dia merin­dukanku. Aku bisa apa ketika dia berkata demikian. Aku sadar jauh di dalam hatiku, akupun merindukan Dewa. Bak gayung bersambut, kedekatan kami mulai terjalin lagi.

Ketika jarak tidak lagi jadi penghalang, pertemuanku dengan Dewa pun makin sering. Tetap saja kami harus berhati-hati. Bagaimanapun juga kantor pusat memiliki lebih banyak mata dan telinga yang bisa menghancurkan karier kami berdua. Dewa sering beralasan lembur kepada istrinya demi jalan denganku. Dewa sering bercerita kalau dia dan istrinya semakin sering bertengkar. Dan aku masih hanya menjadi pendengar setia. Aku tidak ingin mempengaruhi keputusan apapun yang akan dibuat oleh Dewa. Tiba-tiba suatu malam Dewa menelponku, bertanya apakah dia boleh datang ke kost. Aku heran karena ini sudah jam sebelas malam. Walau demikian, aku iyakan juga permintaan Dewa.

Baca Juga  Dituduh Selingkuh, Aku Diseret Suami sampai Memar (Habis)

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *