Cintaku Berawal dari Benci dan Berakhir dengan Belajar Membenci (6)

by -

Cintaku Berawal dari Benci dan Berakhir dengan Belajar Membenci (6)

KAMI butuh waktu untuk mengobati luka hati masing-masing.

Apapun yang terjadi waktu tidak akan pernah berhenti. Aku mulai tenang walau kadang sesekali aku masih menanyakan keadaan Dewa melalui Ronald, sahabatku dan Dewa. Ronald adalah satu-satunya orang yang tahu lika liku hubunganku dengan Dewa sejak awal. Jujur karena aku sangat paham sifat Dewa, aku khawatir dia akan melakukan hal-hal negatif. Lagipula, rasa cinta yang ada selama tujuh tahun tidak mudah dihapus begitu saja. Begitulah pikirku pada awalnya. Apa yang terjadi berikut­nya benar-benar bisa menghapus rasa cinta itu.

Akhir bulan Februari yang lalu Ronald membawa kabar mengejutkan bagiku. Semua berawal dari postinganku di Instagram saat valentine. Tak ada maksud apapun dalam postingan, hanya sedang mengikuti kuis saja. Kebetulan objek foto ada sepasang botol minum, milikku dan satu lagi adalah kado yang pernah kuberikan untuk Dewa. Ronald memberitahuku bahwa Dewa ingin bicara denganku terkait postingan tersebut. Ronald mengabariku terlebih dahulu karena takut kami berdua lepas emosi. Aku tanya memang kenapa dengan postinganku, kan tidak me­nyebut nama siapapun dan itu hakku di akun pribadiku. Disaat itulah Ronald bercerita kalau ternyata Dewa rujuk lagi dengan mantan istrinya. Mereka menikah ulang dengan menghadirkan penghulu dan saksi dari kedua keluarga pada akhir bulan Januari. Aku hanya membeku mendengar cerita Ronald.

Apakah setelah mendengar cerita itu aku lantas menangis? Tentu saja tidak. Aku lebih dikuasai emosi. Aku marah pada Dewa dengan semua kata-kata munafiknya yang berkata bahwa tidak akan mempertimbangkan untuk rujuk dengan istrinya.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *