DPRD Dorong Pemkab Bogor Bantu Warga Terdampak Covid-19, Semua Dapat Bansos

by -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendorong pemerintah daerah menganggarkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

KETUA DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, men­gatakan, jika anggaran yang dimiliki Pemkab Bogor men­cukupi untuk diadakannya bansos bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi tidak masalah. Meski begitu, ia meminta pemberian ban­sos ini tak hanya kepada ma­syarakat yang terpapar Co­vid-19 secara kesehatan, tapi juga kepada warga yang tidak terdampak.

”Kondisi masyarakat kita sekarang dari sisi ekonomi memang sedikit sulit. Maka dari itu, kita harus gotong- royong. Kalau menggunakan APBD sepenuhnya kan tidak akan mencukupi. Semua pihak yang berkecukupan harus membantu masyarakat yang sedang kesulitan,” kata Rudy.

Jika bansos dianggarkan menggunakan APBD, Rudy berharap Dinas Sosial Kabu­paten Bogor bisa belajar dari pengalaman saat awal-awal pandemi dengan melakukan verifikasi dan validasi data yang benar. Sehingga bansos diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga  Wow, 4 Ton Rastra Terdistribusi di Desa Bantarjaya

”Saya yakin bupati sangat mendukung, cuma hari ini kita harus menganalisa dan mengevaluasinya betul-betul, jeli dan teliti. Soal bentuk bansos yang diberikannya, Pemkab Bogor lebih paham mana yang cepat dan baik,” paparnya.

Dengan adanya bansos ter­sebut, Rudy berharap dapat meringankan beban masy­arakat. Apalagi, saat ini benar-benar sedang sulit, baik dari segi ekonomi maupun kese­hatan.

SEBULAN, 575 JENAZAH DIMAKAMKAN DI KABU­PATEN BOGOR

DARI data yang dirangkum Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor sampai 20 Juli 2021, pasien meninggal sudah men­capai 1.174 jenazah. Rincian­nya, Januari sampai Juni 2021 sebanyak 599 jenazah dima­kamkan di sepuluh TPU khu­sus jenazah Covid-19 Kabu­paten Bogor. Sementara Juli sampai tanggal 20, sebanyak 575 jenazah yang dimakamkan.

Pada Juli saja, TPU Pondok Rajeg menjadi TPU paling banyak memakamkan jenazah korban Covid-19, yaitu seba­nyak 200 orang, disusul TPU Gunungputri 118 orang, Ci­penjo 72, Tajurhalang 65, Jonggol 50, Ciomas 31, Jabon 15, Rancabungur 10, Gorowong 8 dan terakhir TPU Galuga dengan 6 orang yang sudah dimakamkan.

Baca Juga  Menko Airlangga: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

Dengan meningkatnya angka kematian tahun ini, Kabupaten Bogor akan me­nyiapkan empat tambahan TPU untuk pemakaman dan pemulasaraan jenazah Co­vid-19, mengingat jumlahnya semakin banyak, tetapi lahan di sepuluh TPU semakin sem­pit.

”Saat ini TPU yang dipakai sepuluh. Nanti akan ditam­bah empat lagi rencananya. Untuk di Pondok Rajeg sudah menipis,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, di TPU Pondok Rajeg, usai acara pemberian bantuan kepada petugas pemakaman, Rabu (21/7).

Dari 1.174 jenazah yang di­makamkan di sepuluh TPU Kabupaten Bogor, rupanya bukan hanya warga kabupa­ten, melainkan banyak juga dari luar kabupaten. ”Yang dimakamkan di sini bukan hanya warga Kabupaten Bo­gor, banyak juga dari Depok, Jakarta dan Bekasi. Kita nggak bisa membatasi itu,” katanya.

Baca Juga  Pemdes Lumpang Salurkan Bansos, Penerimanya Mayoritas Janda

Terpisah, salah seorang pe­tugas pemakaman asal Ci­leungsi di TPU Cipenjo, Jaedi, mengatakan, Juli ini saja pi­haknya bisa memakamkan 15 sampai 16 jenazah per hari. ”Bukan berat lagi, kadang sampai jam 12 malam jam 2. Tapi sekarang sudah diba­tasi jam kerjanya, karena ke­mampuan kami yang terbatas,” kata Jaedi.

Jaedi bersama rekan timnya juga butuh banyak tenaga bantuan dalam proses pemu­lasaraan jenazah Covid-19. Namun pihaknya sulit men­cari tenaga tambahan tersebut.

”Kita cari tenaga tambahan juga sulit, karena bulan kema­rin itu tiga orang yang ngedrop, tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa bantu lagi, sudah masuk. Tinggal satu orang ma­sih sakit,” ungkapnya. (cr1/c/mam/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *