Dugaan Pemalsuan AJB dan PPJB Tanah Sampai ke Telinga Polisi

by -

METROPOLITAN.ID – Timbulnya tumpang tindih lahan di kampung Pasir angin R03/03, Desa Pasirangin, Cileungsi Kabupaten Bogor terus bergulir.Berawal dari keluarnya Akte Jual Beli atas nama Sri Poni Handayani yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dedi Suwandi melalui AJB nomor 1411/2009 dengan luas 191 meter persegi, pada tanggal 1 Juli 2009. Melalui dasar AJB tersebut, pihaknya melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dihadapan notaris Aden Dahri antara Sri Poni Handayani dan Fahroji, pada tanggal 08 Maret 2019 yang saat itu berkantor di Desa Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor.

 

Terkait adanya informasi dugaan pemalsuan PPJB Kasubag Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Kabupaten Bogor AKP Ita Puspita Lena menerangkan, setiap warga negara memiliki hak untuk melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian bilamana dirugikan oleh pihak lain.

” Laporkan ke pihak kepolisian bila ada perbuatan yang merugikan oleh pihak lain dengan membawa alat bukti hak kepemilikan yang sah,” bebernya. Selain itu, masih kata dia, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan ketika ada laporan dari masyarakat yang dirugikan. “Ketika ada laporan dari masyarakat yang dirugikan, maka pihak kepolisian akan melakukan pengecekan dan penyelidikan, polisi bekerja berdasarkan bukti,” tegasnya.

Baca Juga  Istri Sah Gerebeg Suami Saat Bersama Selingkuhan, Begini Kondisinya

 

Diberitakan sebelumnya, Menanggapi PPJB yang dikeluarkan oleh Notaris Aden Dahri Berdasarkan AJB Nomor 1411/2009, Ade Chandra Sekertaris Desa Pasir Angin ketika dikonfirmasi diruang kerjanya (16/7/21) menerangkan terkait AJB Nomor 1411/2009 yang dikeluarkan PPAT atas nama Dedy Suwandi berdasarkan buku C Desa pemilik hak yang sebenarnya (AJB).

 

” Berdasarkan buku C Desa Pasir Angin nomor AJB 1411/2009 kepemilikan nya berdasarkan AJB dan tercatat di Desa atas nama Hajjah Nawiyah”.Bebernya. Di tempat yang sama, Fahroji selaku pembeli juga menjelaskan bahwa saat melakukan perjanjian pengikatan jual beli, dirinya tidak pernah hadir dihadapan Notaris.Saat melakukan perjanjian antara Sri Poni Handayani dan Fahroji.” Saya membeli lahan tersebut melalui Sri Poni Handayani dan tidak pernah hadir di hadapan Notaris,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Maling Motor Bergentayangan

 

Kepala Desa Pasir Angin Ismail menjelaskan, rentetan lahirnya akta jual beli yang dikeluarkan oleh PPAT Dedi Suwandi, Ismail menuturkan, untuk mengesahkan AJB seharusnya pihak PPAT melengkapi PM 1, yang di antaranya surat tidak sengketa, riwayat tanah dan Sporadik yang dikeluarkan oleh pemerintah desa.

 

” Kami pihak pemerintah desa terkait, surat sengketa, riwayat tanah, sporadik atau registrasi dan administrasi pertanahan tetap mengacu yang tertera dalam buku tanah desa juga terdaftar dalam buku C Desa untuk menjaga terjadi tumpang tindih lahan,” imbuhnya.

 

Dan terkait kebenaran atas kepemilikan tanah di RT003/003 Desa Pasir Angin Ismail membenarkan, berdasarkan buku C Desa, Persil 56 blok 033 kohir nomor C.4773 masih tercatat atas nama pemilik Subur Harahap. “Sampai saat ini berdasar buku C Desa, pihak pemerintah desa tidak pernah mencatat adanya peralihan hak atas tanah Subur Harahap kepada pihak lain,” tegas Ismail.

Baca Juga  Lima Tahun Galian Ilegal Jonggol Bebas Beroperasi

 

Terpisah, Subur Harahap selaku pemilik lahan berdasarkan AJB Nomor 279/2013, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengungkapkan, bahwa sampai saat ini tidak pernah merasa menjual lahan tersebut kepada pihak manapun. “Saya selaku pemilik tanah, sampai saat ini tidak pernah menjual tanah saya kepada siapapun.Dan ini bisa kita buktikan melalui data yang terdapat di desa. Bahkan pihak desa juga sudah menjelaskan berdasarkan arsip buku tanah desa,” kata Subur.

 

Di waktu yang berbeda, Aden Dahri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (17/7/21) terkait dasar perjanjian pengikatan jual beli antara Sri Poni Handayani dan Fahroji, dengan AJB Nomor 1411/2009 sebagai dasar kepemilikan yang sebenarnya untuk melakukan PPJB.Sampai berita ini dilansir belum memberikan jawaban. (nto/din/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *