Ganjil-Genap Berlanjut 24 Jam, Berlaku Jumat-Sabtu-Minggu

by -

Usai menerapkan penyekatan kocak yang jadi bahan bully-an warganet pada Selasa (20/7) lalu, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor akhirnya menghapus kebijakan tersebut. Kebijakan itu akan diganti dengan program Ganjil-Genap yang sebelumnya pernah dilakukan setiap akhir pekan.

KAPOLRESTA Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menilai penyekatan kepada sektor esensial dan kritikal tidak pas diterapkan di jalan. Untuk itu, Satgas Co­vid-19 Kota Bogor akan mem­berlakukan program Ganjil-Genap selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama 24 jam nonstop.

”Pengecekan kita kepada sektor esensial dan kritikal, hasil evaluasi kita, tidak pas kalau (diterapkan, red) di ja­lan. Menyebabkan kerumunan segala macam. Malah panjang. Makanya kita mainnya Gan­jil-Genap. Intinya penindakan di hulu,” katanya memberi keterangan pers Forkopimda terkait PPKM level 4 di Kota Bogor Teras Balai Kota Bogor, Rabu (21/7).

Berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat, banyak ma­syarakat yang kena imbas dari kebijakan penyekatan tersebut. Ditambah, saat ini sudah banyak bantuan yang turun kepada masyarakat, sehingga otomatis upaya me­menuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat ini akan meningkat di sekitaran pusat kota.

Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mulai mem­berlakukan program Ganjil-Genap terhitung sejak Jumat hingga Minggu (23–25/7). ”Apabila cukup efektif untuk mengurangi mobilitas, maka kami akan lanjutkan ke hari kerja,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Libur Panjang, Kota Bogor Tidak Akan Terapkan Ganjil Genap

Sementara itu, jelasnya, un­tuk pengawasan di sektor esensial dan kritikal serta nonesensial dan kritikal imbas kebijakan penyekatan ini di­hapus, pihaknya akan me­nyiapkan tim khusus yang memonitor di masing-masing kantor dan sebagainya, se­hingga tidak menjadi perde­batan di jalanan.

”Jadi (keberadaan, red) Ganjil-Genap ini, yang tadinya melarang, kami ubah jadi mengatur. Agar masyarakat bersabar dan bergantian un­tuk melakukan belanja kebu­tuhan sehari-hari, termasuk obat-obatan dan sebagainya,” terangnya.

Ia menyebut ada 17 titik check point yang bakal didirikan selama penerapan program Ganjil-Genap pada perpan­jangan PPKM Darurat nanti. Check point didirikan untuk menghalau dan mengecek kendaraan yang masuk Kota Bogor berdasarkan tanggal, disesuaikan dengan angka terakhir pelat nomor ken­daraan, yakni ganjil atau genap.

Ke-17 titik check point yang bakal didirikan di antaranya, di Simpang Jembatan Merah, Simpang Empang (satu arah dari BTM), Simpang Ba­ranangisang, Simpang McD Lodaya, Simpang Pos Ter­padu Juanda, Simpang Den­pom, Simpang Warung Jam­bu, Simpang SPBU Vivo Air Mancur, putaran eks Balai Binarum, Underpass Sholeh Iskandar, Simpang Tol BORR, putaran SPBU Veteran, Sim­pang Salabenda, Simpang Ciawi, Simpang Dramaga, Simpang Yasmin, dan Simpang Brimob Kedunghalang.

”Khusus untuk ruas Jalan SSA dan jalan protokol ditutup pada pukul 21:00 WIB. Sedang­kan ruas lainnya, Ganjil-Genap akan diberlakukan selama 24 jam. Sehingga ada waktu hari ini dan besok untuk so­sialisasi ke masyarakat,” te­rangnya.

Baca Juga  Kota Bogor Evaluasi Ganjil Genap, Mobilitas Warga Berkurang Tapi Pasar Jadi Sepi

Ia melanjutkan, keputusan menerapkan program Ganjil-Genap ini juga bagian dari upaya merespons masyarakat yang hendak berbelanja ke­butuhan sehari-hari. Sehing­ga harus diatur agar tidak menumpuk dalam satu hari hingga akhirnya penuh.

”Pasar sentra juga akan kami lakukan pengawasan agar berbelanja bergantian, sehingga sejalan dengan PPKM level 4 yang sudah diumumkan Presiden Jokowi,” bebernya.

Meski diberlakukan Ganjil-Genap 24 jam, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut masih ada ken­daraan yang diizinkan melin­tas meski pelat nomor yang digunakan tidak sesuai tang­gal pelaksanaan penerapan kebijakan Ganjil-Genap. Di antaranya, kendaraan untuk para tenaga kesehatan (nakes), kendaraan darurat, termasuk kendaraan online, serta peng­angkut sembako dan seba­gainya. ”Sehingga kami ber­harap ini bisa diketahui ma­syarakat secara luas,” sam­bungnya.

Disinggung warga luar Kota Bogor diizinkan melintas jika pelat nomornya sesuai tang­gal penerapan Ganjil-Genap, ia menjelaskan petugas nan­ti akan melihat apakah yang bersangkutan masuk Kota Bogor dengan alasan darurat atau tidak. ”Nanti kita lihat alasannya darurat atau tidak. Tapi kalau naik angkot kan masih bisa. Kan angkutan umum juga masih dibuka,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyebut meski beberapa hari terakhir angka tren penularan Covid-19 mulai membaik namun masih jauh dari kata terkendali.

Baca Juga  Ganjil Genap di Kota Bogor, Bima Arya : Mobilitas Warga dan Kasus Covid-19 Turun

Untuk itu, pihaknya akan terus memperkuat langkah Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk mengurangi mobilitas warga. ”Kita masih harus fo­kus untuk memastikan mo­bilitas masih bisa dikendalikan. Mulai Jumat ini akan mulai berlaku kebijakannya,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Perhimpu­nan Hotel dan Restoran In­donesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, meminta Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk mengkaji ulang kepu­tusan bakal menerapkan pro­gram Ganjil-Genap pada perpanjangan PPKM Darurat ini.

”Menurut saya, sebaiknya dikaji ulang. Hal ini semakin memperberat gerak usaha kami di bidang hotel dan restoran,” kata Yuno kepada wartawan, Rabu (21/7). ”Ini mah kayak sudah jatuh ter­timpa tangga atuh,” sambung­nya.

Tak hanya itu, Yuno menga­ku bahwa PHRI Kota Bogor sebenarnya kecewa dengan keputusan perpanjangan PPKM Darurat hingga Ming­gu (25/7) nanti. Namun, ka­rena sudah jadi keputusan, pihaknya hanya bisa berpas­rah diri. ”Ya kami jujur dari PHRI kecewa dengan perpan­jangan hingga tanggal 25 ini. Tapi ya balik lagi, sudah di­putuskan ya sudah kita manut,” ujarnya. ”Cuma kita juga ber­harap adanya perhatian balik dari pemerintah, baik berupa insentif maupun support-support lainnya,” harapnya. (rez/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *