Getol Data Pasien, Tracer Berhasil Turunkan Angka Covid-19

by -

METROPOLITAN – Kebera­daan petugas tracer di tingkat Kecamatan Leuwiliang, Ka­bupaten Bogor, sangat mem­bantu dalam menangani penyebaran wabah Covid-19. Ketika ada warga yang terin­dikasi terpapar Covid-19, petugas tracer langsung turun ke lapangan untuk mendata dan men-tracing pasien agar penularan Covid-19 tidak meluas.

Tracer Desa Leuwimekar, Sa ’diyah, mengatakan bahwa petugas tracer di tingkat desa sudah dibekali SK oleh Pus­kesmas Leuwiliang sejak 21 Juni 2021.

Setiap desa di Kecamatan Leuwiliang memiliki petugas tracer atau pelacak Covid-19, yang terdiri dari bidan desa, babinsa, ketua Satgas Covid-19, pekerja sosial masyarakat, dan kader.

Tracer merupakan kepan­jangan dari bidan dan nakes. Setiap harinya melaporkan data Covid-19 di lapangan ke puskesmas. Ketika ada laporan warga yang terindikasi terpa­par Covid-19, tracer langsung mendata lewat handphone.

”Kita telepon pasiennya. Terpapar dari mana, kontrak erat dengan siapa saja, perlu bantuan apa saja,”terangnya.

Dengan adanya petugas tracer, pasien Covid-19 bisa cepat ditangani dan penula­ran Covid-19 tidak sampai meluas.

Selain itu, tugas tracer juga mendampingi kegiatan tracing yang dilakukan tim puskesmas, mendata dan meng-entry kontrak erat pada aplikasi Silacak, memantau kontak erat selama karantina, dan melaporkan hasil peman­tauan pada aplikasi Silacak.

Berkoordinasi dengan PJT­LI terkait teknis pelaksanaan tracing dan masalah yang timbul pada aplikasi Silacak, keberadaan tracer tentunya sangat efektif. Terbukti, sebe­lum adanya tracer untuk Desa Leuwimekar, ada 50 pasien yang positif Covid-19.

Kini, pasien positif Covid-19 mengalami penurunan. Ya­kni ada 23 orang dan semua­nya sudah menjalin isolasi mandiri.

”Rata-rata pasien yang ter­papar Covid-19 warga yang bekerja di luar daerah. Suka-duka menjadi tracer tentunya banyak sekali. Karena sifatnya relawan, tentunya banyak hikmah yang bisa dipetik. Dukanya, ketika musim hujan kehujanan, musim panas ke­panasan. Sukanya, ketika melihat pasien sudah pulih dari Covid-19, memiliki ke­puasan tersendiri,” ujarnya.

Dalam memutuskan rantai wabah Covid-19, terpenting edukasi untuk tetap mene­rapkan prokes. Jangan pernah mengucilkan pasien yang positif dan berikan dukungan moril agar tetap kuat dan se­hat. (ads/b/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *