Hari Ketiga PPKM Darurat, Pelaku Usaha Mulai Menjerit

by -
ILUSTRASI: Petugas kepolisian melaksanakan PPKM Darurat di wilayah Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN.id – Dihari ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sejumlah pelaku usaha gelisah. Apalagi dalam PPKM tersebut restoran tidak diperkenankan menerima tamu makan di tempat, membatasi jumlah pengujung hotel, serta penutupan mal.

“Kita hanya bisa mengikuti aturan yang dianjurkan pemerintah, karena kondisinya pun lagi kurang bagus. Semuanya kan demi kebaikan kita semua,” kata Ade Setiawan Kepala Operasional Kedai Kopiku, Senin (5/7).

Ade mengaku jika selama tiga hari kebelakang kedai kopinya sangat sepi pengujung, meski pihaknya masih tetap beroperasi sesuai dengan aturan PPKM Darurat dengan tidak melayani makan di tempat.

“Kalau tempat ngopi kan beda sama restoran. Kalau tempat ngopi ini asyiknya diminum ditempat bareng teman atau keluarga. Kalau restoran mau makan di tempat atau bawa pulang sama saja,” paparnya.

Baca Juga  Maju Pilkades, Siti Jubaedah Teruskan Jejak Suami

Ia berharap ada stimulus yang diberikan oleh pemerintah kepada pengusaha. Apalagi, lanjut Ade, banyak para pelaku usaha tersebut memiliki tangungan karyawan yang harus digaji setiap bulan.

“Kaya sekarang jangankan buat gaji karyawan untuk kebutuhan operasional pun kita masih fikirkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, dirinya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat maupun pelaku usaha. Namun ditengah kondisi pandemi seperti ini, Ade meminta para pelaku usaha dapat mekmaluminya. Apalagi saat ini tengah terjadi lonjakan pasien covid-19.

“Dari sekian bulan kita tutup 17 hari, itu saya kira tidak harus mengeluh karena ini kepentingannya untuk kita semua bagi masyarakat,” kata dia, kepada Metropolitan.

Baca Juga  Pesan Bupati Bogor untuk 494 Pejabat yang Baru Dilantik, Inovasi dan Perang Lawan Covid Jadi PR Utama

Dengan PPKM darurat ini, Ade Yasin mengaku cukup kesulitan dalam melakukan pemulihan ekonomi. Sehingga menurutnya kepentingan pemulihan ekonomi harus mengalah sejenak untuk kepentingan kesehatan.

“Harus ada yang dikorbankan sehat dulu apa ekonomi dulu, tidak bisa berbarengan. Karena ketika kita coba kemaren berbarengan supaya sehat dan ekonomi jalan tapi kan akhirnya melonjak lagi pasien covid setelah lebaran,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.