Heboh Makan di Warteg 20 Menit! Ini Kata Bupati Bogor Ade Yasin

by -
Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN.id – Jagat dunia maya belakangan ini dihebohkan dengan tersebar Meme seorang penjaga warteg menanyakan menu makanan kepada pembelinya. Hal itu mengundang gelak tawa warganet, karena seiring dengan adanya pelonggaran pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 bagi sejumlah daerah.

Dimana pemerintah mengizinkan masyarakat untuk makan di tempat seperti warteg dengan batas waktu 20 menit.

“Pake kuah nggak bang?,” kata si penjaga warteg.

“Buset nanya bae lu, sisa 18 menit nih,” timpal pengujung warteg.

Persoalan batas waktu makan di tempat rupanya mendapat respon dari Bupati Bogor Ade Yasin. Menurutnya pemerintah pusat telah memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha kecil, dengan diizinkannya pengujung untuk makan di tempat dengan batas waktu.

Baca Juga  Ternyaya Bupati Bogor Sempat Terjebak Macet Puncak Kemarin

“Pemerintah sangat berpihak kepada pengusaha kecil karena sudah diperbolehkan buka, tetapi dengan aturan-aturan yang berlaku. Seperti warung makan itu boleh buka dimana setiap pengujung diberikan waktu 20 menit dan pengujung 25 persen kapasitasnya,” kata Ade Yasin, Selasa (27/7).

Ia menambahkan jika kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat sangat berarti disaat pelaksanaan PPKM level 4 tersebut. Sehingga, lanjut Ade Yasin, setiap pengusaha harus memaksimalkan kelonggaran.

“Jadi masyarakat harus faham dan sebiknya masyarakat makan di rumah lebih aman kalau belanja makanan take a way dari pada 20 menit disitu mending dibawa pulang,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan aturan makan di tempat seperti di warteg selama 20 menit memang terdengar lucu. Pemerintah memang membatasi aturan makan di tempat hanya 20 menit untuk daerah yang masuk PPKM Level 4.

Baca Juga  Ade Yasin Ajak Masyarakat Sukseskan Program BKKBN

Ia mengatakan aturan itu sudah dibuat dengan sejumlah pertimbangan. “Di beberapa negara lain sudah lama diberlakukan itu. Jadi, makan tanpa banyak bicara dan kemudian 20 menit cukup, setelah itu memberikan giliran kepada anggota masyarakat yang lain,” ujar Tito dalam konferensi pers daring.

Ia mengatakan teknis pelaksanaan aturan ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Tito Karnavian berharap pemerintah daerah termasuk satuan polisi pamong praja, TNI, dan polisi mendukung aturan ini.

Selain itu, Tito meminta masyarakat memahami dan mematuhi aturan ini. “Tolong masyarakat juga bisa memahami kenapa perlu ada batas waktu tersebut. Prinsipnya saya kira 20 menit cukup bagi kita untuk makan di suatu tempat,” ungkapnya. (mam)

Baca Juga  Huntap Warga Sukajaya Dibangun Awal Februari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *