Ini Alasan Bima Arya Perpanjang Ganjil Genap di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut ada beberapa fakor yang menyebabkan pihaknya memperpanjang program ganjil genap selama sepekan kedepan hingga Senin (2/8).

Hal itu diungkapkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor saat memberikan keterangan pers Forkopimda terkait penerapan ganjil genap di Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (25/7).

“Memang angka menunjukan ada tren sedikit melandai. Kasus positif turun grafiknya, walaupun belum signifikan, angka kesembuhan juga naik,” kata Bima.

“Tapi kami melihat bahwa mobilitas masyarakat ini perlu ditekan lagi karena trennya sudah bagus, itulah yang mendasari kami melanjutkan lagi ganjil genap,” sambungnya.

Namun tak sampai itu, dijelaskan Bima, ada satu hal lain yang harus disampaikannya, bahwa saat ini pihaknya tengah khawatir melihat angka kematian yang masih tinggi di Kota Bogor.

Di mana, sejak PPKM diberlakukan ada 99 warga Kota Bogor yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya masing-masing terkonfirmasi meninggal dunia.

Baca Juga  SDN Polsat Raih Juara 1 LKBB

“Karena itu kami sekarang ekstra kerja keras untuk mengurangi angka kematian warga yang melakukan isoman, khususnya yang di rumah,” ucap dia.

Dilanjutkan Bima, setelah pihaknya membedah ada tiga indikator penyebab warga Isoman meninggal dunia di kediamannya masing-masing. Diantaranya, 85 persen mereka belum di vaksin, sebagian besar diatas 50 tahun dan memiliki komorbid.

Atas dasar itu, saat ini apabila ada warga Isoman yang memiliki tiga indikator tersebut, mereka tidak diperbolehkan untuk melakukan Isoman di kediamannya masing-masing.

“Semaksimal mungkin dibawa ke tempat isolasi atau Rumah Sakit (RS). Ini sudah saya perintahkan kepada camat, lurah, puskesmas dan semuanya untuk fokus memastikan itu,” imbuhnya.

“Kalau pun RS belum bisa masuk, (mereka) digeser ke tempat isolasi karena tempat isolasi ini masih banyak cadangan tempat tidurnya,” lanjut dia.

Baca Juga  Pemkot Bogor Bakal Perpanjang Internet Gratis, Bima Arya: Sudah Dianggarkan

“Jadi kita fokus mengurangi mortality rate dengan fokus kepada warga yang melakukan perawatan Isoman,” beber Bima.

Disinggung apakah fasilitas oksigen bagi Isoman sudah memadai di tempat isolasi dan RS, Bima menyebut mulai Senin (26/7) ada 6 kubik tabung oksigen yang disiapkan di kecamatan yang ada di Kota Bogor.

Nantinya, warga yang membutuhkan tabung kecil nanti mulai Selasa (27/7) bisa meminjam langsung ke kecamatan masing-masing.

“Besok kita siapin dulu instalasinya. Tapi di tempat isolasi juga (sebenarnya) sudah ada (fasilitas penunjangnya khususnya tabung oksigen),” ungkapnya.

“Intinya kalau di tempat isolasi lebih bisa diawasi ketimbang di rumah, itu prinsipnya. Alhamdulillah BOR kita juga sudah turun di angka 70 persen. Jadi ini salah satu indikator yang bagus juga,” ujarnya.

Sebelumnya, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor secara resmi memperpanjang penerapan program ganjil genap di Kota Bogor sepekan kedepan.

Baca Juga  PELAJAR BOGOR DIDIDIK TENTARA

Bedanya, program ganjil genap kali ini tidak hanya diberlakukan pada akhir pekan, melainkan turut dilaksanakan pada hari kerja yakni mulai Senin hingga Minggu (26/7-1/8).

Kepastian itu diungkapkan langsung Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat memberikan keterangan pers Forkopimda terkait penerapan ganjil genap di Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (25/7).

“(Diberlakukan) pada hari kerja, tidak hanya pada wekeend, ini akan berlangsung selama seminggu ke depan, sehingga minggu depan akan kita umumkan lagi untuk perpanjangannya,” kata Kapolresta.

“Kita akan evaluasi terus dan kita akan terapkan selama satu minggu ke depan, nanti kita umumkan lagi,” sambungnya saat ditanya apakah program ganjil genap akan diberlakukan hingga kasus Covid-19 hilang di Kota Bogor. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *