Kabupaten Bogor Resmi Berlakukan PPKM Level 4

by -

METROPOLITAN – Presiden Jokowi resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali hingga 2 Agustus 2021. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor rupanya tidak masuk menjadi salah satu dae­rah yang turun menjadi level 3 dalam PPKM tersebut. Hal itu seiring jumlah penularan Covid-19 yang belum menunjukkan penu­runan signifikan.

Dari data yang dimiliki Satgas Covid-19 Ka­bupaten Bogor per Minggu (25/7), jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 8.143 orang. “Kita mengikuti Instruksi Men­dagri. Jadi, saat ini kita masih menjalankan PPKM Level 4 dengan segala pengetatannya yang tertuang dalam edaran instruksi tersebut,” kata Sekre­taris Satgas Covid-19 Kabu­paten Bogor, Hadijana, Senin (25/7).­

Begitu pula dengan Bed Oc­cupancy Ratio (BOR) atau jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit, diduga menjadi halangan Pemkab Bogor untuk turun menjadi level 3 dalam PPKM. Sehing­ga dalam PPKM level 4 ini, Pemkab Bogor dapat menekan tingkat penularan yang nanti­nya dapat menurunkan jum­lah keterisian tempat tidur di rumah sakit. “Banyak faktor yang menjadi penilaiannya. Kasus penularan dan BOR salah satu di antaranya. Dengan pembatasan mobili­tas masyarakat ini, mudah-mudahan penularan Covid-19 bisa terkendali,” paparnya.

Baca Juga  Datangi Pasar Ciampea, Polisi Bubarkan Kerumunan dan Tegur Pemilik Tempat Makan

Hadijana menambahkan, bukan tidak mungkin Pemkab Bogor menerapkan PPKM level 3. “Kalau semuanya su­dah menurun seperti angka penularan dan BOR, Kabu­paten Bogor bisa menerapkan PPKM level 3,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Yasin, mengungkapkan, jika dibandingkan jumlah penduduk di Kabupaten Bo­gor, angka penularan Covid-19 ini sangat kecil. Namun pi­haknya tak ingin ambil risiko mengabaikan segala arahan dari pemerintah pusat.

“Ya, secara angka memang kecil jika dibandingkan jum­lah penduduk. Tapi kita tetap harus mematuhi segala arahan dari pemerintah pusat, se­perti menyosialisasikan pro­kes, melakukan pembatasan di setiap kegiatan serta meng­gelar vaksinasi massal. Semua itu hingga saat ini tetap ber­jalan,” ungkapnya. (mam/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *