Kasus Sembuh Naik, Kamar ICU Masih Krisis

by -
Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/JawaPos)

METROPOLITAN – Angka kasus sembuh Covid-19 di Kota Bogor yang mencatatkan rekor baru tampaknya tak sejalan dengan ketersediaan tempat tidur (Kamar ICU) bagi pasien virus corona. Tercatat, hingga Selasa (20/7), angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) bagi pasien Covid-19 masih tinggi di angka 72,5 persen. Angka ini tentunya masih berada di atas standar orga­nisasi kesehatan dunia (WHO), yakni di bawah 60 persen.

Lebih mengkhawatirkannya, dari 49 tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 yang tersebar di 21 Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 yang ada di Kota Bogor, sudah te­risi 45 tempat tidur. Artinya, ICU bagi pasien Covid-19 hanya tersisa sebanyak empat tidur.

“Iya, kondisi ICU saat ini hampir penuh rata-rata di rumah sakit. (Padahal, red) Kapasitas ICU ini sudah kita naikkan dari 45 tempat tidur menjadi 49 tempat tidur,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri No­wo Retno, Rabu (21/7).

Tak hanya itu, ia menyebut secara keseluruhan dari 1.253 tempat tidur yang dimiliki Kota Bogor di 21 RS rujukan, sudah terisi sebanyak 908 unit atau 72,5 persen.

Padahal, untuk jumlah ke­tersediaan tempat tidur, Pe­merintah Kota (Pemkot) Bo­gor sudah menaikkan kapa­sitasnya dari 30 persen men­jadi 40 persen. Di mana, se­mula pada awal Juni berjum­lah seribu tempat tidur, saat ini sudah 1.200 tempat tidur.

“Beberapa pekan ini, BOR kita di seluruh rumah sakit di atas standar WHO 60 persen, saat ini di angka 72,5 persen,” terang Retno.

Sementara itu, untuk keter­sediaan tempat tidur di pusat isolasi BPKP Ciawi, dari se­ratus tempat tidur yang ter­sedia sudah terisi 31 atau 31 persen. Sedangkan, di pusat isolasi Asrama IPB dari kapa­sitas 184 tempat tidur sudah terisi 63 atau 72,5 persen.

Untuk itu, ia berharap ma­syarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama beraktivitas di luar rumah. Sebab, memutus mata rantai penyebaran Co­vid-19 tidak hanya bisa dila­kukan pemerintah semata, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes, Kota Bogor men­catatkan rekor baru kasus sembuh Covid-19. Sebanyak 1.324 warga Kota Hujan di­nyatakan sembuh dari virus corona pada Selasa (20/7) lalu.

Jumlah itu terhitung paling tinggi di Kota Bogor. Di mana, pada beberapa hari sebelum­nya, angka kesembuhan hanya berada di bawah ratusan ka­sus. Seperti pada Senin (19/7) kasus sembuh hanya di ang­ka 859 kasus, Minggu (18/7) 154 kasus, Sabtu (17/7) 313 kasus, dan Jumat (15/7) 469 kasus.

Namun, kabar gembira ini belum diimbangi menurunnya kasus positif Covid-19 di Kota Bogor. Di mana, pada sehari sebelumnya, Senin (19/7), angka penambahan pasien baru Covid-19 men­capai 669 kasus. Lalu, Minggu (18/7) 351 kasus, Sabtu (17/7) 401 kasus, dan Jumat (16/7) 343 kasus.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, membenar­kan bahwa angka kesembuhan memang saat ini sudah men­galami kenaikan dari beber­apa hari terakhir.

Menurutnya, ini terlihat dari jumlah akumulasi pekan lalu sekitar 20.000 kasus, saat ini sudah 21.624 kasus dengan rata-rata 300 kasus sembuh per hari.

“Kasus sembuh kita rata-rata naik 300 per hari. Aku­mulasinya dari ribuan, saat ini sudah 21 ribu lebih. Untuk kasus positif baru masih fluk­tuatif. Mudah-mudahan terus menurun,” kata Retno kepada wartawan, Rabu (21/7).

Untuk pasien yang mening­gal, jelas Retno, masih stagnan. Namun, rata-rata tiga orang per harinya. Bahkan, sebe­lumnya pada Senin lalu yang meninggal sangat tinggi, dengan jumlah 12 orang dan pada Kamis lalu sembilan orang meninggal dunia.

Jumlah keseluruhan data Covid-19 di Kota Bogor hing­ga Selasa (20/7) mencapai 29.273 kasus. Dengan rincian, kasus aktif atau positif seba­nyak 7.310 orang, 339 kasus meninggal, dan 21.624 kasus pasien sembuh. (rez/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *