Kota Bogor Bakal Terapkan Ganjil Genap, Ketua PHRI: Sebaiknya Dikaji Ulang

by -

METROPOLITAN.id – Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay meminta Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor untuk mengkaji ulang keputusan bakal menerapkan program ganjil genap pada perpanjangan PPKM Darurat ini.

“Menurut saya sebaiknya dikaji ulang. Hal ini semakin memperberat gerak usaha kami di bidang hotel dan restoran,” kata Yuno kepada wartawan, Rabu (21/7).

“Ini mah kaya udah jatuh tertimpa tangga atuh,” sambungnya seraya mengirimkan emote sedih.

Tak hanya itu, menurut Yuno, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor sebenarnya kecewa dengan keputusan perpanjangan PPKM Darurat hingga Minggu (25/7) nanti. Namun, karena sudah jadi keputusan, pihaknya hanya bisa berpasrah diri.

Baca Juga  Jangan ke Puncak untuk Wisata, Percuma, Bakal Diputar-balik

“Ya kami jujur dari PHRI kecewa dengan perpanjangan hingga tanggal 25 ini. Tapi ya balik lagi. Udah diputuskan yaudah kita manut,” ucap dia.

“Cuma kita juga berharap adanya perhatian balik dari pemerintah baik berupa insentif maupun suport-suport lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor secara resmi menghapus penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang selama ini sudah diterapkan sejak Rabu (7/7). Kebijakan penyekatan ini akan diganti dengan penerapan program ganjil genap.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat yang dilakukan pihaknya, kebijakan penyekatan kepada sektor esensial dan kritikal tidak pas diterapkan di jalan.

Baca Juga  Berikut 17 Titik Check Point Ganjil Genap di Kota Bogor

Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memberlakukan program ganjil genap selama perpanjangan PPKM Darurat ini.

“Pengecekan kita kepada sektor esensial dan kritikal, hasil evaluasi kita tidak pas kalau (diterapkan) di jalan, menyebabkan kerumunan segala macam malah panjang, makanya kita mainnya ganjil genap. Intinya penindakan di hulu,” kata Kapolresta kepada wartawan di Teras Balai Kota Bogor, Rabu (21/7). (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *