Kota Bogor Ganti Penyekatan PPKM Darurat jadi Ganjil Genap, Kapolresta: Penyekatan Bikin Kerumunan

by -

METROPOLITAN.id – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor secara resmi menghapus penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang selama ini sudah diterapkan sejak Rabu (7/7). Kebijakan penyekatan ini akan diganti dengan penerapan program ganjil genap.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat yang dilakukan pihaknya, kebijakan penyekatan kepada sektor esensial dan kritikal tidak pas diterapkan di jalan.

Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memberlakukan program ganjil genap selama perpanjangan PPKM Darurat ini.

“Pengecekan kita kepada sektor esensial dan kritikal, hasil evaluasi kita tidak pas kalau (diterapkan) di jalan, menyebabkan kerumunan segala macam malah panjang, makanya kita mainnya ganjil genap. Intinya penindakan di hulu,” kata Kapolresta kepada wartawan di Teras Balai Kota Bogor, Rabu (21/7).

Baca Juga  21.749 Kendaraan Diputar Balik dalam Ganjil Genap di Bogor

Tak hanya itu, menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat yang dilakukannya pun, Kota Bogor diketahui menjadi wilayah perlintasan. Di mana, banyak masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan sehari-hari ikut tersekat imbas penerapan kebijakan penyekatan ini.

Di tambah, saat ini sudah banyak bantuan yang turun ke masyarakat sehingga otomatis upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat ini akan meningkat di sekitaran pusat kota.

Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mulai memberlakukan program ganjil genap terhitung sejak Jumat hingga Minggu (23-25/7).

“Apabila cukup efektif untuk mengurangi mobilitas, maka kami akan lanjutkan ke hari kerja,” ucapnya.

Sementara, dijelaskan Kapolresta, untuk pengawasan di sektor esensial dan kritikal serta non esensial dan kritikal imbas kebijakan penyekatan ini dihapus, pihaknya akan menyiapkan tim khusus yang memonitor di masing-masing kantor dan sebagainya, sehingga tidak menjadi perdebatan di jalanan.

Baca Juga  Hari Pertama Penyekatan PPKM Darurat di Kota Bogor, Terjadi Kemacetan di 3 Titik Pos Sekat

“Jadi (keberadaan) ganjil genap ini, yang tadinya melarang kami ubah jadi mengatur, agar masyarakat bersabar dan bergantian untuk melakukan belanja kebutuhan sehari-hari termasuk obat-obatan dan sebagainya,” imbuh dia.

Meski demikian, dituturkan Kapolresta, pihaknya belum memutuskan kebijakan ganjil genap akan diterapkan dimana. Apakah dilakukan pada batas kota atau dalam kota.

“Intinya kami memiliki 3 pola. Apakah itu akan kami lakukan pada batas kota atau di dalam kota, tentunya itu situasional berdasarkan evaluasi kami,” imbuhnya.

“Terkahir (pola yang pasti dilaksanakan) ganjil genap akan diberlakukan selam 24 jam. Sehingga ada waktu hari ini dan besok untuk sosialisasi ke masyarakat,” sambung Kapolresta.

Dilanjutkannya, keputusan menerapkan program ganjil genap ini juga bagian dari upaya pihaknya untuk merespon masyarakat yang hendak berbelanja kebutuhan sehari-hari, sehingga harus diatur agar tidak menumpuk dalam satu hari hingga akhirnya penuh.

Baca Juga  Hari Kedua Penyekatan PPKM Darurat di Kota Bogor, Pos Sekat Dramaga Macet Sepanjang 2 Km

“Pasar sentra juga akan kami lakukan pengawasan agar berbelanja bergantian sehingga sejalan dgan PPKM level 4 yang sudah diumumkan Presiden Jokowi,” bebernya.

Sementara soal titik yang akan diterapkan program ganjil genap, ditambahkan Kapolresta, pihaknya akan mengacu kepada 22 titik cek point dan pos sekat yang sudah ada sebelumnya.

“(Keputusan diberlakukan dimana) itu nanti diumumkan dua jam sebelum kami melaksanakan penerapan,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *