Kota Bogor Masuk Zona Merah, Ini Penyebabnya

by -
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat ditemui awak media, Rabu (14/7). (IST.)

METROPOLITAN.id – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan beberapa faktor penyebab Kota Bogor masuk ke Zona Merah berdasarkan laporan penanganan Covid-19 BNPB, Rabu (14/7).

Menurutnya, tingginya kasus terkonfirmasi harian yang terjadi di Kota Bogor dalam beberapa hari belakangan ini menjadi salah satu faktor Kota Bogor masuk ke zona merah.

“Kan ada 16 indikator penilaian. Positively rate, mortality rate dan lain-lain. Semua mengarah ke nilai Kota Bogor dalam resiko tinggi,” kata Dedie.

Dilanjutkannya, jika melihat dari hasil monitoring kasus, seperti klaster perumahan, pesanteren, sekolah dan perkantoran rata-rata menjadi klaster keluarga, karena kontak erat tanpa protokol kesehatan yang memadai.

Untuk itu, penting bagi semua pihak agar disiplin menjaga kebersihan dan memagari dengan disinfektan apabila kembali kerumah setelah bepergian dari aktivitas luar rumah.

Baca Juga  Tetap Waspada! Kasus Covid-19 di Perumahan Bogor Belum Turun, Warga Positif Bertambah 12 Orang

“Kita juga terus mengupayakan untuk mengurangi mobilitas warga semaksimal mungkin,” ucapnya.

“Termasuk menangani warga Isoman dengan dukungan obat dan vitamin serta visitasi Puskesmas,” ujar Dedie.

Sebelumnya, situasi Covid-19 di Kota Bogor pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini rupanya masih mengkhawatirkan. Angka kematian akibat Covid-19 Kota Bogor total kini sudah tembus 306 orang.

Dari data Satgas Covid-19 Kota Bogor per Rabu (14/7), ada penambahan 341 kasus baru. Secara total, kasus Covid-19 Kota Bogor sudah tembus 26.828 kasus, dengan 8.395 orang masih berstatus positif aktif. Sedangkan yang sudah sembuh atau selesai isolasi berjumlah 18.127 kasus.

“Per hari ini (14/7) ada enam orang yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno, Rabu (14/7).

Baca Juga  Masjid Agung tak Kunjung Rampung

Ia menambahkan, angka kematian Covid-19 Kota Bogor total sejauh ini berjumlah 306 orang. Jika dirunut sepekan terakhir, sudah ada 15 orang pasien Covid yang meninggal dunia.

Rinciannya, pada Kamis (8/7) hingga Minggu (11/7) lalu, masing-masing muncul dua kasus per hari. Lalu sempat nihil pada Senin (12/7), sebelum kembali muncul pada Selasa (13/7) di mana ada satu orang pasien Covid-19 meninggal dunia.

“Lalu terakhir pada Rabu (14/7) naik jadi 6 kasus dalam satu hari,” imbuhnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *