Kowantara Protes soal Aturan Makan 20 Menit

by -
Ilustrasi makan di tempat dengan pemberlakuan maksimal 20 menit. (Foto: Ghifar/Metropolitan)

METROPOLITAN – Pe­merintah telah memutuskan melanjutkan kebijakan Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM) Level 4 meskipun terdapat pelonggaran dalam beber­apa aspek yang salah satunya mengizinkan pelanggan warung makan, lapak jajanan, dan pedagang kaki lima ma­kan di tempat hingga pukul 20:00 waktu setempat. Pe­langgan pun hanya diberi waktu makan selama 20 hingga 30 menit.

Kebijakan tersebut bertu­juan menghindari penularan Covid-19 melalui makan bersama sambil berbincang-bincang. Namun, Ketua Ko­ordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowan­tara), Mukroni, menilai ke­bijakan tersebut tidak masuk akal. Karena pada kenyata­annya di lapangan akan ber­beda.

“Ngawur kebijakannya. Mereka (yang bikin kebijakan, red) tidak pernah makan di warteg. Yang makan di war­teg ada orang tua. Terus ka­lau tersedak karena tergesa-gesa gimana? Apalagi sampai meninggal bukan karena Covid-19 tapi makan di war­teg, siapa yang tanggung jawab?” ujarnya saat dihu­bungi JawaPos.com, Senin (26/7).

Baca Juga  Segarnya Rainbow Beach

Apalagi, lanjutnya, durasi selama 20 hingga 30 menit akan terasa sangat singkat dan tidak efektif jika dite­rapkan pada pedagang kaki lima. Sebab, ada waktu yang terpakai untuk memasak dan mengolah makanan hingga siap dihidangkan.

“Apalagi kalau makan pecel lele di pinggir jalan. Ada proses waktu, matiin lele, goreng lelenya. Waktu men­ghidangkan dan lain-lain butuh waktu lebih dari 20 menit,” imbuhnya.

Mukroni menambahkan, sebaiknya pemerintah dapat tegas dalam memberikan kebijakan. Ia menilai kebi­jakan tidak boleh makan tempat tidak masalah. Asal­kan warteg dapat berope­rasi penuh hingga 24 jam.

“Pemerintah tegas, tidak perlu dibatasi waktu makan. Tegas. Dine in saja atau atau take away atau online line. Itu lebih safe daripada nan­ti membahayakan,” pung­kasnya. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *