Makan di Tempat Cuma 20 Menit, Kedai Kopi Sekarat

by -
Ilustrasi makan di tempat dengan pemberlakuan maksimal 20 menit. (Foto: Ghifar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Meski pemerintah telah melonggarkan sejumlah aturan pada perpanjangan PPKM Level 4, hal itu tak cukup membantu para pemilik kedai kopi untuk lepas dari bayang-bayang kebangkrutan. Kondisi mereka kini sekarat karena anjloknya pengunjung.

Kondisi ini dirasakan Kedai Kopi Groots yang berdiri di Jalan Raya Sukahati – Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor. Penanggung Jawab Kedai Kopi Groots, Rendy Rizkiawan mengaku kondisi ini terasa sejak PPKM diberlakukan.

Kondisi tersebut dirasa makin parah saat PPKM Darurat diberlakukan, yang kemudian diperpanjang menjadi PPKM Level 4. Aturan larangan makan di tempat hingga kelonggaran pengunjung diperbolehkan makan di tempat maksimal 20 menit tak berdampak positif bagi usahanya.

Baca Juga  Wow, Investasi Tiongkok ke Indonesia Melejit

Sebab, kebanyakan pengunjung biasanya menikmati kopi dengan waktu yang cukup lama. Aturan ini membuat pelanggannya satu per satu pergi. Jika dikalkulasi, Rendy mengaku omzet kedainya anjlok hingga 70 persen.

“Dari zaman PSBB, PPKM ini yang paling berat, omzet kita merosot 70 persen, pembatasan waktu kunjungan 20 menit juga gak berpengaruh untuk kenaikan omzet,” ungkap Rendy, Selasa (27/7).

Rendy khawatir, jika PPKM diperpanjang terus menerus ushanya akan gulung tikar. Kondisi ini jelas sangat menakutkan karena bukan tak mungkin sejumlah karyawannya bakal dirumahkan alias di-PHK.

“Sekarang kita masih bisa bertahan walaupun dengan perjuangan yang ekstra. Kalau ke depannya akan ada perpanjanganan kembali, khawatir akan ada karyawan yang di PHK. Semoga ini yang terakhir,” harapnya. (cr1/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *