Meski Boleh Makan di tempat 20 Menit, Bupati: Kalau Belanja Makanan Take Away Aja

by -
Bupati Bogor Ade Yasin. (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah mengizinkan pengunjung makan di tempat maksimal 20 menit dalam perpanjangan PPKM Level 4. Meski demikian, Bupati Bogor Ade Yasin menganjurkan warga yang berbelanja makanan untuk tidak makan di tempat alias take away.

“Menurut saya makan dirumah lebih aman, kalau belanja makanan di take away aja, dari pada makan di tempat hanya 20 menit,” ujar Ade Yasin, Selasa (27/7).

Menurutnya, pada perpanjangan PPKM Level 4 kali ini banyak kelonggaran yang diberikan pemerintah. Meski demikian, kasus Covid-19 masih tinggi dan masyarakat diminta memahami kondisi tersebut.

“Sekarang kan pemerintah sendiri sangat berpihak untuk pengusaha kecil, saya kira ini sudah ada kelonggaran yang cukup berarti. Sekarang pandemi ini masih tinggi, jadi masyarakat harus paham,” pintanya.

Baca Juga  Listrik Aman saat Natal dan Tahun Baru

Selain itu, Ade Yasin meminta warung-warung kecil yang diperbolehkan buka agar tetap mematuhi peraturan yang sudah ada, khususnya menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pemerintah tidak melarang untuk buka, cuma pelonggaran sedikit saja buat para pelaku usaha, yang kecil,” tandas Ade Yasin.

Di sisi lain, meski pemerintah telah melonggarkan sejumlah aturan pada perpanjangan PPKM Level 4, hal itu tak cukup membantu para pemilik kedai kopi untuk lepas dari bayang-bayang kebangkrutan. Kondisi mereka kini sekarat karena anjloknya pengunjung.

Kondisi ini dirasakan Kedai Kopi Groots yang berdiri di Jalan Raya Sukahati – Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor. Penanggung Jawab Kedai Kopi Groots, Rendy Rizkiawan mengaku kondisi ini terasa sejak PPKM diberlakukan.

Baca Juga  Anak Buahnya Kena OTT, Bupati Bogor Tak Akan Beri Bantuan Hukum

Kondisi tersebut dirasa makin parah saat PPKM Darurat diberlakukan, yang kemudian diperpanjang menjadi PPKM Level 4. Aturan larangan makan di tempat hingga kelonggaran pengunjung diperbolehkan makan di tempat maksimal 20 menit tak berdampak positif bagi usahanya.

Sebab, kebanyakan pengunjung biasanya menikmati kopi dengan waktu yang cukup lama. Aturan ini membuat pelanggannya satu per satu pergi. Jika dikalkulasi, Rendy mengaku omzet kedainya anjlok hingga 70 persen.

“Dari zaman PSBB, PPKM ini yang paling berat, omzet kita merosot 70 persen, pembatasan waktu kunjungan 20 menit juga gak berpengaruh untuk kenaikan omzet,” ungkap Rendy, Selasa (27/7).

Rendy khawatir, jika PPKM diperpanjang terus menerus ushanya akan gulung tikar. Kondisi ini jelas sangat menakutkan karena bukan tak mungkin sejumlah karyawannya bakal dirumahkan alias di-PHK.

Baca Juga  Ade Yasin Bangga Ribuan Siswa SD Hafal Alquran

“Sekarang kita masih bisa bertahan walaupun dengan perjuangan yang ekstra. Kalau ke depannya akan ada perpanjanganan kembali, khawatir akan ada karyawan yang di PHK. Semoga ini yang terakhir,” harapnya. (cr1/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *