Ngaku Debt Collector dan Mau Sita Motor Warga, Padahal Motornya Udah Lunas, Begini Endingnya

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor bersama Polsek Cileungsi berhasil mengungkap kasus penipuan dan perampasan sepeda motor milik warga Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pelaku ternyata mengaku sebagai debt collector dan meminta korban menyerahkan motornya padahal motor tersebut telah lunas.

Kejadian bermula saat korban berinisial CAP mengendarai sepeda motor matik miliknya di Jalan Cileungsi – Jonggol, Rabu (9/6) silam. Saat melintas di samping pom bensin, korban diberhentikan 4 orang yang mengaku debt collector dan sebuah leasing.

4 orang tersebut lantas meminta korban menyerahkan sepeda motornya untuk dibawa ke kantor leasing dengan alasan belum lunas di berikan surat berita acara serah terima kendaraan (BASTK). Padahal, sepeda motor milik korban sudah lunas.

Baca Juga  Kompetisi Pencak Silat di Botani Square Resmi Dibuka

“Mereka menggunakan surat penarikan yang diduga palsu,” ujar Kapolres Bogor saat rilis di Mapolres Bogor, Jumat (23/7).

Mendapati hal itu, korban yang ternyata meminjam sepeda motor saudaranya itu langsung menghubungi pemilik motor. Setelah itu, korban bersama pemilik motor langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi.

Atas laporan tersebut, Polsek Cileungsi langsung melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, tiga dari empat pelaku perampasan berinisial DS, JHM dan TSM berhasil diringkus. Sementara satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasus serupa juga ternyata dialami warga Cileungsu lainnya, AT. Berbeda dengan korban sebelumnya, AT menjadi korban perampasan modus debt collector di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Baca Juga  Warga Bogor Jadi Korban Tabrakan Maut Tol Cipali

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku yang mengaku debt collector berjumlah 6 orang. Satu di antaranya berhasil diringkus. Sementara 5 lainnya masih dalam pengejaran.

“Para tersangka yang berhasil diamankan yakni DS, JHM, TSM dan RP. Mereka akan dikenakan Pasal 378 dan atau 372 dan atau 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandas Harun. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.