PPKM Darurat di Kota Bogor Diperpanjang, PAD Pajak Hotel dan Restoran Terancam Kian Menyusut

by -
ILUSTRASI : Perpanjangan PPKM Darurat mengancam potensi PAD dari sektor Pajak Hotel dan Restoran. (Foto:Fadli/Metropolitan)

Hingga Juni 2021, realisasi PAD Kota Bogor baru sentuh Rp440,9 miliar atau setara 45 persen dari target.

———————–

METROPOLITAN.id – Perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor diprediksi bakal berdampak pada banyak hal. Salah satunya terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor tahun 2021 dari sektor Pajak Daerah.

Apalagi melihat Pendapatan Kota Bogor secara keseluruhan, sektor Pajak Daerah menjadi sumber pendapatan terbesar. Yakni 70 persen.

Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Juni baru mencapai Rp440,9 miliar atau setara 45,6 persen dari target Rp966,9 miliar.

Dari jumlah itu, PAD dari sektor Pajak Daerah baru terealisasi Rp307,2 miliar atau setara 47,1 persen dari target Rp651,06 miliar.

“Pada PAD, pendapatan dari sektor pajak memberikan kontribusi terbesar, yaitu sebesar 70 persen,” kata Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana kepada Metropolitan.id, belum lama ini.

Baca Juga  Tutup Sementara Saat Kota Bogor PPKM Darurat, Dedie Rachim Minta Ini buat Pelaku Usaha Mal

Menurutnya, realisasi berbagai sektor pendapatan pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan PPPKM. Maka, kata dia, fokus pencapaian target diantaranya pembayaran piutang oleh wajib pajak.

Selain itu, pihaknya merencanakan kebijakan tax insentive dan tax relief, seperti yang pernah diberikan pada tahun 2020.

“PPKM yang saat ini masih berjalan bahkan diperpanjang, pasti memberikan dampak pada pendapatan daerah. Baik pendapatan dari pajak maupun retribusi,” ujarnya.

Pengaruh PPKM, kata dia, baru bisa dilihat pada Agustus 2021, saat dilakukan evaluasi pada triwulan keempat.

“Dengan adanya kebijakan PPKM darurat yang sekarang sedang berlaku, dampaknya baru akan terlihat pada pembayaran pajak bulan Agustus 2021,” papar Deni.

Lebih lanjut ia menjelaskan, di Kota Bogor sendiri target 2021 terbesar pendapatan pajak adalah dari pajak BPHTB dan PBB. Diikuti sektor Pajak Restoran, Pajak Hotel hingga Pajak Hiburan.

Baca Juga  Bangun Posyandu hingga Bikin Jalan Setapak

“Kebijakan PPKM membawa dampak yang besar bagi pendapatan. Sebagai contoh, saat pemberlakuan PPKM awal 2020, pendapatan pajak pada bulan April dan Mei mengalami penurunan yang signifikan, terutama pendapatan pajak hotel dan restoran,” jelas Deni.

“Demikian juga ketika PPKM akhir tahun sampai dengan awal tahun 2021, pendapatan pajak khususnya dari hotel dan restoran, (jadi) yang terendah dalam semester 1 tahun 2021,” ungkapnya.

Secara umum, realisasi PAD dari Pajak Daerah hingga Juni baru mencapai Rp307,2 miliar atau setara 47,1 persen dari target Rp651 miliar.

Dengan rincian diantaranya realisasi Pajak Hotel sebesar Rp31,6 miliar atau setara 44,5 persen dari target Rp70,9 miliar dan Pajak Restoran terealisasi Rp55,6 miliar atau setara 39,4 persen dari target Rp140,9 miliar.

Realisasi pendapatan yang cukup baik, diantaranya PBB yang sudah menyentuh Rp94 miliar atau setara 58,9 persen dari target Rp160 miliar dan Pajak BPHTB dengan realisasi sebesar Rp85,1 miliar atau setara 51,6 persen dari target Rp165 miliar.

Baca Juga  Sayaga Ngaku Untung Rp379 Juta

Sedangkan sektor yang realisasinya paling rendah yakni Pajak Hiburan, di mana baru terealisasi Rp3,4 miliar atau setara 13,4 persen dari target Rp25,4 miliar. Serta Pajak Parkir yang baru terealisasi 24,4 persen atau setara Rp3,8 miliar dari target Rp15,7 miliar.

Selain itu, beberapa sektor pajak daerah juga realisasinya masih dibawah 50 persen hingga Juni 2021. Diantaranya realisasi Pajak Reklame mencapai Rp6,1 miliar atau setara 45,3 persen dari target Rp13,6 miliar dan realisasi Pajak Penerangan Jalan yang baru mencapai Rp25 miliar atau setara 45 persen dari target Rp55 miliar.

“Serta realisasi Pajak Air Bawah Tanah mencapai Rp2,07 miliar atau setara 48,3 persen dari target Rp4,3 miliar,” tuntasnya. (cr1/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *