Satgas Covid-19 Kota Bogor Bakal Terapkan Ganjil Genap di 10 Titik, Tapi

by -

METROPOLITAN.id – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor berencana bakal menerapkan kebijakan Ganjil Genap (Gagel) di sepuluh titik yang ada di Kota Bogor.

Aturan ini bakal diterapkan jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang habis pada Selasa (20/7) diperpanjang Pemerintah Pusat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bogor, ada tiga poin yang akan diterapkan pihaknya, terlepas PPKM Darurat ini berlanjut atau tidak.

Diantaranya, melakukan penguatan kembali di wilayah, khususnya di 797 RW yang ada di Kota Bogor.

“Jadi pembatasan lebih ketat lagi di tingkat RW, terutama RW zona merah. Ini ikhtiar kita untuk menurunkan laju Covid dengan beberapa langkah yang lebih tajam,” kata Bima, Minggu (18/7).

Baca Juga  Siapa Pilihan Bima Arya?

Kemudian, sambung Bima, memberlakukan kembali kebijakan Gage. Aturan ini akan diberlakukan apabila PPKM Darurat diperpanjang.

“(untuk kapannya) disesuaikan dengan perpanjangan PPKM Darurat,” ucap Bima Arya.

Terakhir, pihaknya ingin mengumumkan kepada warga bahwa mulai Senin (19/7) akan digulirkan bantuan sosial senilai Rp600 ribu dari Kemensos untuk 77.500 KK bagi warga Non DTKS.

Sedangkan, bantuan untuk warga yang termasuk dalam DTKS akan tetap berjalan hingga akhir tahun, senilai Rp200 ribu. Serta, ada bantuan sembako dari Posko Darurat.

“Jadi ini ikhtiar kita agar semua warga bisa terbantu, terlepas apakah PPKM akan diperpanjang atau tidak, (intinya) Bansos sudah siap semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, memang tak dipungkiri adanya Bansos ini akan memunculkan mobilitas baru masyarakat, khususnya dari penerima bantuan.

Baca Juga  RELAWAN BIMA DUKUNG RU’YAT-ZM

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah memikirkan bagaimana cara agar pada saat nanti bantuan diterima masyarakat, para penerima manfaat bantuan ini tidak keluar rumah secara berbarengan.

“Nah ini konsepnya adalah ganjil genap di 10 titik yang kami sudah tentukan, tetapi pelaksanaanya akan kami tentukan (berdasarkan) apakah PPKM diperpanjang atau tidak,” kata Kapolresta.

“Kita juga akan liat, kalau memang ada aturan terbaru. Tapi (intinya) kami ingin mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk bisa berbelanja,” ucap dia.

“Kapan pelaksanaanya akan kami tentukan berdasarkan rapat Satgas Covid-19 Kota Bogor,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *