Selama Dua Pekan 308 Orang Meninggal

by -

Tak kurang dari sepuluh orang setiap harinya meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Hal itu membuat persediaan peti jenazah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor semakin menipis. Terakhir, 72 bantuan peti jenazah habis didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.

DATA Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabu­paten Bogor, dari 1 Juli hing­ga 10 Juli ada 308 jenazah yang dikuburkan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes). Stok peti jenazah yang dimi­liki Pemkab Bogor pun terus berkurang.

“Data itu kita ambil dari se­puluh TPU yang disediakan Pemkab Bogor bagi pasien Covid-19. Hari ini kita menda­pat bantuan peti jenazah lagi,” kata Sekretaris DPKPP Kabu­paten Bogor, Irma Lestiana.

Sebelumnya, sambung Irma, Pemkab Bogor telah mene­rima sumbangan 72 peti je­nazah. Namun seiring me­lonjaknya pasien Covid-19 berikut angkat kematiannya, peti jenazah tersebut sudah habis. “Kalau yang 52 ini kita akan arahkan ke Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Ci­leungsi, Tajurhalang dan be­berapa kecamatan yang ka­susnya tinggi,” paparnya.

Baca Juga  Tersedak Pisang Bayi Malang Meninggal

Irma menambahkan, saat ini permintaan peti jenazah yang paling banyak ada di Kecamatan Cibinong. Selain itu, peti jenazah tersebut nantinya disiapkan bagi pa­sien Covid-19 yang mening­gal saat isolasi mandiri (iso­man). “Nanti Satgas Keca­matan biasanya yang mengajukan ke kita. Lalu nanti disebar di desa-desa,” ungkapnya.

Dengan melonjaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia, pihaknya perlu mem­persiapkan TPU tambahan bagi jenazah pasien Covid-19. Rencananya, pemulasaraan ada di Cileungsi TPU Jatisari, Klapanunggal, Babakanma­dang, Citeureup dan Ranca­bungur. ”Dari lima potensi itu, tiga di antaranya akan kita matangkan,” katanya.

Penambahan TPU tersebut dilakukan, karena sejumlah TPU yang telah disediakan Pemkab Bogor sudah over­load. Seperti TPU Pondokra­jeg yang setiap harinya selalu ada pemakaman bagi jenazah pasien virus corona.

Baca Juga  IRT Meninggal karena Terpeleset Terbawa Arus Usai ke Dalam Lubang Drainase

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, menambahkan, ketersediaan peti jenazah di RSUD mulai menipis. Namun saat ini beberapa RSUD sedang menunggu pemesanan peti jenazah. Meski demikian, ia memprioritaskan peti jenazah bagi pasien Covid-19 yang meninggal saat isoman.

“Jumlah kematian sepuluh orang per hari, sementara jumlah peti terbatas. Karena ada sebagian persediaan yang sudah habis. Tapi yang paling membutuhkan adalah masy­arakat yang meninggal di rumah. Akhir-akhir ini cukup banyak juga,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkab Bogor akan kembali menambah tiga sampai lima TPU bagi jenazah yang merupakan pa­sien Covid-19. Meski sebe­lumnya telah mempunyai tiga TPU.

Pemkab Bogor juga telah menyiapkan sepuluh TPU untuk jenazah pasien virus corona. Di antaranya TPU Pondokrajeg Kecamatan Ci­binong, TPU Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang, TPU Ciomas Kecamatan Ciomas,TPU Cicadas Keca­matan Gunungputri dan TPU Cipenjo Kecamatan Cileung­si.

Baca Juga  Bus Kramat Jati Terbalik di Jalan Raya Cicalengka

“Kemudian TPU Singasari Kecamatan Jonggol, TPU Ja­bonmekar Kecamatan Parung, TPU Rancabungur Kecamatan Rancabungur, TPU Galuga Kecamatan Cibungbulang dan TPU Gorowong Kecamatan Parungpanjang,” ujar Ketua Harian Satuan Tugas Penanga­nan Covid-19 Kabupaten Bogor, Burhanudin.

Selain itu, ia juga telah me­merintahkan camat untuk mengkoordinasikan, menyo­sialisasikan dan mengaman­kan TPU milik Pemerintah Kabupaten Bogor lantaran akan dipakai untuk jenazah pasien virus corona.(mam/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *