Selama PPKM Bogor, Mobilitas Masyarakat Turun 80 Persen

by -

METROPOLITAN – Mobilitas masyarakat Kabupaten Bogor terus menurun, seiring dengan dilaksanakannya Pemberla­kuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 se­bulan terakhir.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan, saat ini mobi­litas masyarakat di Kabupaten Bogor turun hingga 80 persen. Hal itu dirasakan sejak pemberlakuan PPKM awal Juli. “Dalam PPKM ini kita juga melakukan penye­katan di beberapa titik, sehingga mempersempit Puncak saat ini menjadi lenruang geraknya. Seperti di ggang,” kata Harun, Kamis (29/7).­

Harun juga mengaku pi­haknya melakukan penyeka­tan di dalam kota, seperti Cibinong, Sukaraja dan be­berapa wilayah lainnya. Namun, mobilitas masyarakat tetap terjadi. Bahkan di dae­rah perbatasan masih cukup tinggi, khususnya di wilayah perbatasan, seperti Cileung­si, Gunungputri, Parung dan lainnya. “Kalau di wilayah perbatasan karena masih ada pabrik yang nakal tetap bero­perasi seperti biasanya. Itu menjadi simpul-simpul ting­ginya mobilitas masyarakat,” paparnya.

Baca Juga  PPKM Diperpanjang Lagi Hingga 20 September, Ini Hasil Evaluasinya

Untuk menekan tingginya mobilitas masyarakat, ia ber­sama Satgas Covid-19 kerap melakukan inspeksi menda­dak (sidak) ke sejumlah pabrik atau kantor-kantor yang ma­sih beroperasi secara normal.

“Makanya kita cek, perusa­haan harus mengikuti aturan WFH 50 persen, lalu masuk ke sektor mana saja yang ma­suk kategori esensial atau nonesensial. Semuanya harus sesuai aturan. Jangan sampai kita melakukan penyekatan, tapi banyak kantor atau pabrik yang tidak patuh aturan,” kata Harun.

Hasil evaluasi terakhir, tam­bah Harun, selain volume kendaraan, tingkat kesadaran masyarakat kini cukup besar untuk mematuhi PPKM. (mam/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *