Selama PPKM Darurat Tingkat Kepatuhan Masyarakat Masih Rendah, Ribuan Orang Terjaring nggak Pakai Masker

by -
Kasubag Prolap Satpol PP Kabupaten Bogor, Binsar Okto Aritonang

METROPOLITAN.id – Tingkat kepatuhan masyarakat di Kabupaten Bogor terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) rupanya masih rendah. Terbukti dari tingginya angka pelanggaran saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dari data yang dimiliki oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hingga 21 Juli, setidaknya ada 193 Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Seperti industri ada 14, non industri 100 dan pereorangan ada 79 perkara. Seperti industri yang tidak mematuhi jumlah pekerja padahal tidak masuk kedalam sektor esensial.

“Ada juga tempat makan yang masih buka melebihi waktu atau mereka masih melayani makan di tempat. Padahal dalam aturan PPKM Darurat tempat makan resto atau kafe hanya boleh buka dengan batas waktu tertentu dan tidak melayani makan di tempat,” Kasubag Program dan Pelaporan pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Binsar Okto Aritonang, Kamis (22/7).

Baca Juga  Temui PGH, Janji Tuntaskan Masalah Guru Honorer

Begitu juga dengan kendaraan yang diputar balikan 6.855 kendaraan yang diputar balik oleh Satpol PP. Diantaranya 2.117 motor, 4.715 mobil penumpang, 1 bus dan dan 22 mobil barang.

“Karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah wisata jadi banyak sekali masyarakat yang ingin datang, tapi karena tidak mematuhi prokes kita harus putar balik kendaraan tersebut,” paparnya.

Sedang jumlah warga yang tidak menggunakan masker selama PPKM Darurat dan terjaring oleh Satpol PP mencapai 1.642 orang.

“Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Terbukti masih banyak yang abai akan penerapan prokes dan terjaring oleh operasi kita,” kata Binsar.

Ia juga menambahkan dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat ini pihaknya terus menggencarkan aktivitasnya mulai dari penyekatan jalan hingga mengecek tempat makan. (mam)

Baca Juga  Keluhan Warga RW 14 VBI 6 Soal Langkah Antisipasi Corona di Wilayahnya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *