Seminggu, 160 Ribu Orang Ikut Vaksinasi

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor gencar melakukan vaksinasi massal. Namun sayangnya, saat ini jumlah vaksin yang dimiliki Pemkab Bogor kian menipis, seiring tingginya antusias warga serta lambannya pengiriman stok vaksin ke sejumlah dae­rah.

“Masyarakat Kabupaten Bogor sudah paham penting­nya vaksin. Sebab, setiap ada vaksinasi antusias masyara­katnya cukup tinggi. Tapi kendalanya, ketersediaan vaksin mulai berkurang. Oleh karena itu, untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor, kebutuhan vaksin saat ini sangat mendesak,” beber Bu­pati Bogor, Ade Yasin.

Saat ini, sambung Ade Yasin, Pemkab Bogor telah menyi­apkan tenaga vaksinator se­banyak 1.070 orang. Namun saat ini terkendala keterse­diaan vaksin. Apalagi sasaran vaksin di Kabupaten Bogor seluruhnya 4,2 juta orang atau 70 persen dari jumlah pen­duduk, dengan target hingga Agustus sekitar 1,2 juta orang.

Baca Juga  Vaksinasi Sinovac Gratis untuk Umum 22 September 2021

“Per 26 Juli realisasi vaksi­nasi hingga dosis kedua se­banyak 690.312 orang. Saat ini sedang berjalan vaksinasi massal serentak di 40 keca­matan se-Kabupaten Bogor dua kali seminggu, dengan target sasaran 160 ribu orang per minggu atau 2.000 orang per kegiatan masing-masing kecamatan,” paparnya.

Kegiatan vaksinasi tersebut, lanjut Ade Yasin, diluar dari kegiatan rutin seperti di pus­kesmas, rumah sakit-rumah sakit serta vaksinasi massal di Stadion Pakansari yang biasanya peserta paling sedi­kit 5.000 orang. “Saya sudah sampaikan kepada pak gu­bernur terkait stok vaksin di Kabupaten Bogor dalam rakor beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan segara ditambah lagi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kese­hatan (Menkes), Budi Gu­nadi Sadikin, mengatakan, stok vaksin Covid-19 yang saat ini dimiliki pemerintah seba­nyak 22 juta dosis. Sedianya stok yang dimiliki sebanyak 85 juta dosis vaksin. Tapi dari jumlah itu yang telah disuntikkan kepada masyara­kat sebanyak 63 juta dosis per hari ini. “Jadi ada stok pusat, provinsi, kabupaten/kota se­kitar 22 juta dosis. Itu stok nggak sampai satu bulan,” ujarnya.

Baca Juga  Jokowi Ontrog Puskesmas Tanahsareal Bogor, Tinjau Simulasi Vaksin

Budi menambahkan, seba­nyak 132 juta dosis yang telah didatangkan ke Tanah Air merupakan dalam bentuk bahan baku dan baru 80 per­sen dosis yang menjadi vaksin jadi. “Vaksin jadinya sekitar 105 juta dosis, cuma jadinya 1,5 bulan sejak bahan baku datang. Itu sebabnya kenapa kalau kita sekarang baru ada 85 juta, karena sisanya 20 juta masih dalam proses di pabrik,” pungkasnya.(mam/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *