Tak Sanggup Berikan Kompensasi, Kota Bogor Izinkan Pedagang Non Pangan Berjualan

by -

METROPOLITAN.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mengizinkan pedagang non pangan berjualan mulai Kamis (22/7).

Keputusan ini diambil lantaran perusahaan plat merah di Kota Bogor ini tak sanggup memberikan kompensasi bagi pedagang non pangan yang terimbas kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir menuturkan, dirinya sebenarnya cukup dilema untuk mengizinkan pedagang non pangan dapat berjualan saat ini.

Sebab, dari pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo sudah jelas, pedagang non pangan baru diizinkan berjualan nanti Senin (26/7).

Akan tetapi, realita di lapangan berbeda dan pedagang menuntut hingga menggelar demo, untuk meminta diakomodir mulai dari biaya sewa, hutang di bank serta membantu memberikan bantuan ke karyawan.

“Jadi begini, jujur saya rada dilema ya. Kaya teman-teman di Pasar Kebon Kembang itu kemarin sampai rusuh dan (memasang) spanduk dimana-mana bahkan mereka ribut nyari saya sampe kesini (Gedung Wanita),” kata Muzakkir kepada wartawan, Kamis (22/7).

Baca Juga  Belanja di Pasar Kota Bogor Kini Bisa Lewat Go-Shop

“Akhirnya kemarin kita panggil perwakilan di tiap blok dari A sampai G dan kumpul bersama untuk mebahas baiknya bagaimana,” sambungnya.

Di pertemuan itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa sebagai pengelola tentu aturannya sudah jelas. Bahkan, ia mengaku secara jujur ke pedagang tidak bisa berbuat lebih dalam artian mengakomodir permintaan pedagang.

Akhirnya, dari hasil pertemuan itu disepakati pedagang non pangan diizinkan untuk berjualan di tengah penerapan kebijakan PPKM Darurat. Akan tetapi, dengan catatan mengikuti poin-poin yang sudah disepakati bersama antara pedagang dan Perumda PPJ.

“Kemarin akhirnya mengerucut dan mereka memaksa untuk tetap berjualan. Kalau pun tidak dikasih izin oleh kami mereka nogotot untuk berjualan,” imbuh dia.

“Akhirnya kami melihat di sisi lapangan tidak kondusif dan ketika kami larang tetap berjualan kenapa kita tidak duduk bareng,” lanjutnya.

Baca Juga  PD PPJ Tolak Usulan Pedagang Blok F

“Nah akhirnya kemarin kami dengan terpaksa mengakomodir (mengizinkan pedagang non pangan berjualan) dan muncul 10 point kesepakatan yang kita bisa pegang bersama,” bebernya.

Soal ini kesalahan siapa melanggar aturan PPKM Darurat, dituturkan Muzakkir, ini merupakan kesalahan bersama karena intruksi dari atas memang belum diizinkan untuk berjualan. Akan tetapi, dari sisi pihaknya sebagai pengelola tentu kasian dengan pedagang.

Ditambah, kebijakan PPKM Darurat yang awalnya diputuskan selesai pada Selasa (20/7) diperpanjang hingga Minggu (25/7).

“Walaupun (diperpanjang) 5 hari mereka ini sudah tidak bisa apa-apa. Tidak punya uang untuk beli makan. Ditambah kita juga tidak bisa menjamin memberikan kompensasi dan itu tidak mungkin kita lakukan,” ungakpnya.

“Akhirnya dengan terpaksa mulai hari ini (Kamis) mereka kami berikan ruang utnuk berjualan, tapi dengan prokes yang sangat-sangat ketat,” sambung dia.

“Bagi yang melanggar itu langsung digembok tanpa dikasih sp1 atau sp2 dan mereka bersepakat,” ujarnya.

Baca Juga  Pedagang Relokasi Blok F Keluhkan TPS

Adapun sepuluh poin kesepakatan yang sudah disepakati antara pedagang non pangan dan Perumda PPJ Kota Bogor selama berjualan. Diantaranya:

1. Beroperasi mulai pukul 09:00-15:00 WIB
2. Semua yang masuk pasar wajib pakai masker double
3. Pengunjung hanya 50 persen dari kondisi normal
4. Pengawasan pasar oleh tim PPJ, Pol PP, tni dan Polri
5. Disarankan mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi
6. Menjaga prokes 5 M
7. Wajib menyiapkan hand sanitizer ditiap kios
8. Bagi yang melanggar langsung di gembok kios tsb (tanpa peringatan)
9. Paguyuban pasar ikut serta mengawasi
10. Percepatan vaksin untuk pedagang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengingatkan agar pedagang dan pembeli agar tetap mematuhi Prokes dan aturan-aturan yang sudah ditentukan selama berkativitas di pasar.

“Mudah-mudahan masyarakat tidak teledor agar jangan sampai menyesal di kemudian hari. Tetap patuhi Prokes,” pesannya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *