Tegur Pelaksana Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Pascainsiden Pipa Tirta Pakuan, Bima Arya: Kerjanya Kurang Profesional

by -

Buntut insiden rusaknya pipa Perumda Tirta Pakuan yang diduga disebabkan imbas proyek pembangunan rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi di Kecamatan Bogor Selatan beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

WALI Kota Bogor, Bima Arya, kini tengah mengatur waktu untuk bertemu pelaksana pembangunan rel ganda ter­sebut. Bahkan, ia menyebut pelaksana proyek kurang profesional. Sehingga ber­dampak pada rusaknya pipa milik Tirta Pakuan, di mana berimbas pada terganggunya pasokan air ke ribuan pelang­gan.

Bima Arya juga sudah me­nyampaikan protes dan surat teguran. Namun, ia ingin bertemu dan menyampaikan langsung hal tersebut. “Saya sedang atur waktu untuk ber­temu pelaksananya. Saya sudah sampaikan protesnya. Tapi, saya ingin bertemu langsung untuk menyampai­kan keberatan kita atas kerja mereka yang kurang profe­sional. Surat teguran sudah dilayangkan,” tegasnya saat ditemui Metropolitan, kema­rin.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, mengaku akan menanyakan terkait ganti rugi dan pernyataan tertulis dari Balai Teknik Per­keretaapian (BPT) wilayah Jawa Barat (Jabar). “Nanti saya tanya,” ujarnya.

Baca Juga  5 Calon Bos Tirta Pakuan Menanti Interogasi Bima Arya

Terpisah, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pa­kuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, mengatakan, pihaknya tengah berkomunikasi dengan kon­traktor pelaksana proyek rel ganda Bogor-Sukabumi ter­kait dampak dan tindak lanjut dari insiden tersebut. “Saat ini kami sedang komunika­sikan,” katanya.

Dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu, Ke­pala BPT wilayah Jabar, Erni Basri, sempat menyebut bahwa pihaknya mengin­struksikan konsultan peng­awas me-review dokumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya ter­kait jalur pipa Tirta Pakuan Kota Bogor. Untuk kejadian kebocoran pipa dilakukan penghentian aktivitas di se­kitar lokasi yang berkoordi­nasi dengan Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Evaluasi kepada kontrak­tor pelaksana dilakukan se­telah perbaikan dan diteri­manya laporan kejadian serta review dokumen K3 terkait kecelakaan kerja pembangunan double track yang mengakibatkan bocor­nya pipa Tirta Pakuan Kota Bogor dan menyebabkan ribuan pelanggan menga­lami kesulitan air bersih selama dua hari,” bebernya.

Baca Juga  PDAM Tirta Pakuan Berbenah

“Kami memohon maaf ke­pada Pemerintah Kota (Pem­kot) Bogor, khususnya pelang­gan Perumda Tirta Pakuan yang terdampak atas tergang­gunya distribusi air bersih di Kota Bogor,” ungkapnya.

Erni pun membenarkan terjadi kerusakan pada pipa air valve milik Perumda Tir­ta Pakuan Kota Bogor yang pecah, di mana pipa air baku PDAM tidak dapat direlo­kasi pada area pembangunan jalur ganda KA Km. 7+225 antara Bogor-Sukabumi. Se­hingga BTP Jabar melakukan revisi jalur KA menghindari posisi pipa Tirta Pakuan, dengan melibatkan direkto­rat Teknik Tirta Pakuan dalam pemeriksaan jalur dan pro­sedur bekerja pada area yang berdekatan dengan jalur pipa.

“Berdasarkan laporan kon­traktor pelaksana, pekerjaan pada lokasi air valve selesai dilaksanakan konstruksi le­reng pada 16 Juli 2021. Se­dangkan kegiatan pada Minggu (18/7) sedang dila­kukan pekerjaan galian dan timbunan untuk pembuatan platform secant pile meng­gunakan eksavator dengan jarak 25 m dari lokasi air valve,” jelasnya.

Baca Juga  Siapapun Terpilih Jadi Direksi, Tirta Pakuan Tetap Kompak dan Solid

“Sekitar pukul 14:30 WIB saat proses aktivitas kerja eksavator, bongkahan batu pada lereng terjatuh me­nimpa air valve yang meny­ebabkan kerusakan dan ke­bocoran air,” sambungnya.

Saat ditanya soal teguran untuk kontraktor dari DJKA atau melakukan penggantian, BPT Jabar menunjuk syarat-syarat umum kontrak Pasal 22 Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK).

“Di situ tertuang kepala BPT Jabar serta PPK Pembangunan Jalur Ganda KA antara Bogor-Sukabumi melakukan teguran kepada kontraktor pelaksana terkait pelaksanaan dan pengendalian K3 yang belum berjalan. Pihak kontraktor pelaksana pun berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai masa pelaksanaan kontrak,” tuntasnya. (ryn/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *