Terapkan Penyekatan, Mulai Besok Warga Jakarta Dilarang Datang ke Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Kabar tidak mengenakan datang bagi warga Jakarta yang mau berpergian Ke Kota Bogor. Mulai Rabu (7/7) besok, Satgas Covid-19 Kota Bogor melarang warga Ibu Kota yang tidak berkepentingan masuk ke Kota Hujan.

Kepastian itu disampaikan langsung Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro usai melakukan sosialisasi penyekatan jalan di pintu masuk Tol Jagorawi, tepatnya arah masuk Kota Bogor di depan Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (6/7).

Menurut Kapolresta, berdasarkan hasil evaluasi pihaknya selama tiga hari menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, bahwa tingkat mobilitas masyarakat itu baru sampai 21 persen.

Sehingga, pihaknya memutuskan untuk mempertegas penyekatan-penyekatan dan memperluas penyekatan-penyekatan yang selama ini hanya fokus di dalam Kota Bogor.

“Besok kita lakukan penyekatan di 6 titik dari batas luar Kota Bogor. (Rencananya) besok kita akan memulai penyekatan sejak jam 6 pagi,” kata Kapolresta.

Kenapa pagi hari, dijelaskan Kapolresta, karena target dari penyekatan ini adalah mengimbau masyarakat, bahwa hanya pekerja esensial dan kritikal yang diizinkan untuk bekerja dari kantor atau bisa bepergian masuk atau keluar Kota Bogor.

Baca Juga  Viral Penumpang KRL di Stasiun Bojonggede Berdesakan Saat PPKM Darurat, Kini Berbaris Rapi Mengantre

“Selama tiga hari ini harusnya masyarakat sudah paham kategori esensial dan kritikal, sehingga besok diharapkan masyarakat sudah mengerti mengapa Satgas Covid-19 melaksanakan penyekatan-penyekatan tersebut,” ucapnya.

Dalam kegiatan penyekatan nanti, dilanjutkan Kapolresta, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor untuk bersama-sama melakukan penyekatan di Bogor Raya, baik itu yang mau ke arah Jakarta atau yang masuk ke Kota Bogor.

“Karena Kota Bogor ini adalah perlintasan dari beberapa tempat di wilayah, baik Kabupaten Bogor atau pun menuju Sukabumi, sehingga kami perlu bekerjasama untuk Bogor Raya,” imbuh Kapolresta.

Disinggung apakah warga Jakarta benar-benar tidak bisa masuk ke Kota Bogor, Kapolresta menuturkan bahwa itu semua tergantung. Karena, pihaknya akan melaksanakan pengecekan bagi warga yang masuk Kota Bogor secara selektif sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga  Hari Pertama Penyekatan PPKM Darurat di Kota Bogor, Terjadi Kemacetan di 3 Titik Pos Sekat

Namun, pekerja esensial dan kritikal itu pun harus dilengkapi dengan surat keterangan dari RT dan RW setempatnya. Karena, surat itulah yang nanti jadi dasar pengecekan oleh pihaknya.

“Kalau memang dari Jakarta mau ke Bogor karena alasan darurat atau pekerjaan-pekerjaan sesuai yang ditentukan kami akan memberikan dan mempersilahkan lewat, tapi kalau diluar kategori Permendagri atau aturan PPKM Darurat kita putar balik,” bebernya.

“Sehingga dengan penyekatan ini kami berharap mobilitas itu semakin bisa turun karena untuk varian delta membutuhkan setidaknya 50 persen pengurangan mobilitas masyarakat,” lanjut dia.

Adapun enam titik penyekatan yang sudah disiapkan Satgas Covid-19 Kota Bogor. Diantaranya, keluar pintu Tol Jagorawi atau Baranangsiang, simpang Ciawi, simpang Salabenda, simpang Pomad, simpang dramaga serta Stasiun Bogor.

Sementara itu, bukan hanya perluasan penyekatan yang akan dilakukan dalam kebijakan PPKM Darurat ini. Satgas Covid-19 Kota Bogor juga akan melakukan penutupan jalur di keluar Tol Bogor dari arah Ciawi dan keluar Tol BORR dari arah Sentul.

Baca Juga  Sepakat Pemerintah Pusat Terapkan PPKM Darurat, Dedie: Semoga Mampu Tekan Covid-19 di Bogor

Termasuk, berencana memperpanjang atau merubah waktu jam penyekatan mobilitas masyarakat pada malam hari. Karena, berdasarkan evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bogor, dari aturan penutupan jalan di 10 titik yang dilaksanakan sejak pukul 21:00 hingga 24:00 WIB di pusat kota, kepadatan pindah ke pinggiran-pinggiran Kota Bogor.

“Pembatasan mobilitas itu bisa kami majukan atau mundurkan, sesuaikan dengan kondisi, misalkan kita terapkan jam 8 lalu terjadi penumpukan jam 7, ya kita majukan ke jam 7,” ujarnya.

Ditempat sama, Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo menuturkan, penyekatan ini nantinya akan dilakukan selama penerapan PPKM Darurat, adapun jam operasionalnya berlaku hingga pukul 20:00 WIB.

“Enggak (24 jam), sampai jam 8 malam, kan diganti penyekatan di dalam (pusat kota) ya, itu ada sekitar 10 titik,” singkat pria yang akrab disapa Danjen. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *