Tutup Sementara Saat Kota Bogor PPKM Darurat, Dedie Rachim Minta Ini buat Pelaku Usaha Mal

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah pusat bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali, termasuk Kota Bogor, mulai Sabtu (3/7).

Salah satu aturannya, pusat perbelanjaan mal mesti tutup sementara hingga 20 Juli mendatang. Sementara supermarket, minimarket, pasar tradisional hingga toko kelontong dibatasi buka hingga pukul 20:00 WIB.

Hal itu pun menimbulkan polemik lantaran dipastikan menurunkan potensi pendapatan pengusaha yang ada di mal. Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim pun meminta para pengusaha, pengelola hingga pemilik mal, untuk lebih sabar dan memahami kebijakan serta situasi saat ini.

“Untuk mal, sebetulnya kita berharap ya, tentu 18 hari kedepan dengan PPKM darurat, bisa memahami situasi karena kita ingin betul-betul memutus rantai penyebaran Covid-19 di Jawa Bali, lebih khusus di Kota Bogor,” kata Dedie, Jumat (2/7).

Baca Juga  UMKM Bogor Kebagian Bantuan Dana Bergulir FIFGROUP

Ia pun meminta pengusaha ritel dan pemilik hingga pengelola mal agar memahami situasi ini. Jika semua kompak, disiplin dan bahu membahu membantu memutus rantai penyebaran Covid-19, maka pada 21 Juli nanti diprediksi terjadi penurunan jumlah konfirmasi positif harian.

“Juga banyak yang sembuh dan tidak lagi terpapar Covid-19,” ujarnya.

Dedie juga mengaku sudah menyampaikan agar para pelaku usaha mal paham situasi ini. Pada umumnya, kata dia, para pelaku usaha mal mendukung langkah kebijakan ini.

“Kami minta mal untuk paham situasi dan punya kesabaran. Juga sama sama berjuang putus mata rantai Covid. Pada umumnya mereka, respon dengan baik dan mendukung langkah ini,” tegas Dedie Rachim.

Baca Juga  Buntut Insiden Kecelakaan di Tol Jagorawi, Sopir Pasien Covid-19 di Bogor bakal 'Ditatar' Polisi

Sebelumnya, pemerintah pusat baru saja mengumumkan pemberlakuan ppkm darurat mulai Sabtu 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

Salah satunya menutup sementara operasional mal. Sedangkan supermarket, minimarket, pasar tradisional dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20:00. Lalu apotek dan toko obat boleh 24 jam

“Kemudian restoran kafe, lapak, tempat jajanan hanya menerima layanan antar dan tidak menerima makan ditempat,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.