Vaksin Jadi Rebutan Warga

by -

Jika sebelumnya banyak orang takut divaksin, kini tidak lagi. Antusias warga makin meningkat di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Sampai-sampai, warga pun rela berjubel mendapatkan jatah vaksin gratis yang digeber pemerintah.

DI Puskesmas Cigombong, Kabupaten Bogor, misalnya. Warga berkerumun di depan kantor Puskesmas Cigombong untuk mendapat giliran dis­untik. Bahkan, saking antu­siasnya, warga sampai harus terlibat aksi dorong-dorong­an tanpa memedulikan lagi jarak sesuai protokol keseha­tan (prokes).

Kepala Puskesmas Cigom­bong, dr Dian, mengatakan bahwa antrean tersebut dia­kibatkan meningkatnya mi­nat masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Sehing­ga, terjadilah kerumunan dan antrean yang tidak sesuai prokes.

”Ini terjadi dikarenakan ke­naikan minat masyarakat sekarang ini, dengan mening­katnya kasus Covid yang cu­kup lumayan meningkat. Jadi, antusias masyarakat banyak untuk divaksin,” ujar Dian kepada Metropolitan, Rabu (30/6).

Selain itu, lanjut Dian, juga diakibatkan banyaknya war­ga yang belum terdata saat datang untuk vaksinasi. Sebab, kondisi tersebut di luar pre­diksi Puskesmas Cigombong.

”Jadi itu di luar target kami. Harusnya yang divaksin itu yang sudah terdata. Namun, kemarin di luar prediksi kami,” terangnya.

Target sasaran vaksinasi yang dilakukan Puskesmas Cigom­bong, jelas Dian, per harinya mencapai seratus sampai 140 target sasaran. Namun, dengan membeludaknya masyarakat yang datang pada Selasa (29/6), Puskesmas Cigombong sem­pat kewalahan. Beruntung, satuan tugas (satgas) ikut membantu pelaksanaan vaksi­nasi, sehingga bisa berjalan lancar.

Baca Juga  Mau Vaksin, Ratusan Murid SD Diantar-jemput Polisi

”Sejauh ini, alhamdulillah. Kemarin itu semuanya ber­jalan lancar. Dengan bantuan satgas kecamatan dan juga polsek setempat yang mem­bantu mengatur antrean su­paya lebih tertib dan sesuai prokes,” kata Dian.

Ia menambahkan, terjadinya antrean dengan tidak mema­tuhi prokes dan aksi dorong-dorongan, juga karena masy­arakat saling ingin lebih dulu mendapat vaksin. Walaupun, mereka sudah mendapat no­mor antrean.

”Seperti biasa, masyarakat pengin dulu-duluan, walaupun sudah diberi nomor antrean,” terangnya.

Tak hanya di Cigombong. Di Desa Gunungsindur, war­ga juga antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 di gedung SDN Gunungsindur 1, Selasa (29/6). Antusiasme warga yang ingin divaksin sempat me­nimbulkan antrean.

Dokter Puskesmas Gunungs­indur, Diana, mengatakan bahwa kuota vaksinasi kali ini untuk 300 orang, yang terdiri dari kelompok usia 18 tahun ke atas.

“Vaksinasi Covid ini yang dilaksanakan di desa-desa baru pertama kali di Desa Gunungsindur,” ujar Diana kepada Metropolitan, Selasa (29/6).

“Untuk memaksimalkan penyuntikan vaksin di masy­arakat, kita juga melakukan jemput bola dengan turun langsung ke masyarakat,” te­rangnya.

Sementara itu, kasus berebut jatah vaksin gratis hampir terjadi di sejumlah kota/ka­bupaten. Di DKI Jakarta, pro­gram nasional pemerintah pusat bahkan nyaris ricuh. Sedangkan di Bayuwangi, ada peserta vaksin yang nekat menjebol pagar untuk menda­pat giliran suntik vaksin.

Salah satu catatan Metro­politan, aksi berebut vaksin terjadi di GOR Ciracas, Ja­karta Timur, pada Selasa (29/6).

Baca Juga  Asyik! Kabupaten Bogor Kebagian 26.600 Vaksin Hari Ini

”Kejadiannya sekitar pukul 06:00 WIB tadi (kemarin, red). Saat itu kuota nomor urut antrean sudah sampai 300, sementara warga yang datang lebih dari itu,” kata Babinsa Kelurahan Ciracas, Peltu Su­kimin.

Sukimin menuturkan, se­jumlah warga sudah menda­tangi GOR Ciracas sejak pu­kul 05:00 WIB untuk menda­patkan nomor antrean vaksi­nasi. Namun, karena ting­ginya antusiasme, banyak warga yang tidak dapat nomor antrean.

”Karena antusiasme tinggi, ada warga yang sudah menung­gu dari pukul 05:00 WIB tadi (kemarin, red) tapi kuotanya habis,” ujar Sukimin.

Beruntung, kericuhan ter­sebut berhasil dicegah tim pengamanan vaksinasi Co­vid-19 di GOR Ciracas, yang terdiri dari jajaran Koramil 03 Pasar Rebo/Ciracas, anggota Satpol PP, dan organisasi ma­syarakat.

Pelaksanaan vaksinasi Co­vid-19 di GOR Ciracas telah dilakukan sejak Kamis (24/6) dengan menyediakan seribu dosis vaksin per harinya, yang ditujukan bagi warga Keca­matan Ciracas dan Kecamatan Pasar Rebo.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menargetkan bakal menyuntikkan vaksin kepada 10 ribu warga setiap harinya. Target ini diambil menyusul penularan kasus Covid-19 di Jakarta yang sudah tidak terkendali.

“Bapak Presiden meminta Bogor jadi prioritas. Karena ini (Kota Bogor, red) penyang­ga Ibu Kota, semakin tidak terkendali. Bogor harus paling aman. Jadi kita target 10 ribu per hari,” kata Bima Arya.

Baca Juga  Percepat Target, Wakil Rakyat Ajak Warga Bogor Ikuti Vaksinasi

Bima Arya mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar vaksinasi base dua. Di mana vaksin ini diperun­tukkan warga berusia 18 tahun.

“Sebentar lagi akan dimulai base dua (suntik vaksin, red) untuk di atas usia 18 tahun. Saya sudah komunikasi dengan menteri kesehatan (menkes),” ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah juga mengajak masyarakat umum di seluruh Indonesia mengikuti program vaksin Covid-19 secara massal. Vak­sin Covid-19 massal ini ter­buka untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas, yang diselenggarakan mulai 1 Juli 2021.

Kemenkes tengah memper­siapkan vaksinasi Covid-19 secara massal mulai 1 Juli 2021. Hal itu dikonfirmasi Juru Bi­cara Vaksinasi Covid-19 Ke­menkes, dr Siti Nadia Tarmi­zi.

”Vaksinasi yang di atas 18 tahun serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai 1 Juli 2021,” terang Nadia, Ming­gu (27/6).

Bagi mereka yang ingin mendapatkan vaksin Covid-19, pendaftaran vaksinasi massal dapat dilakukan online atau­pun offline.

”Untuk pendaftaran bisa melalui info flyer, website di­nas kesehatan setempat, atau­pun website https://vaksin. loket.com, atau aplikasi Pe­duli Lindungi, atau dengan walk in,” jelas Nadia. Adapun pendaftaran vaksinasi Covid-19 secara offline bisa dilakukan dengan langsung datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Pendaf­taran vaksinasi umum secara online baru bisa diakses pada 1 Juli 2021. Syarat dan keten­tuan bisa dilihat dalam grafis Metroplitan. (lihat grafis) (cr1/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *