Warga Bogor Kecewa Gagal Ketemu Jokowi

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah warga Perumahan Kebon Kopi, Kelurahan Kebonkelapa, Kecamatan Bogor Tengah harus mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi.

Hal ini terjadi lantaran orang nomor satu di Indonesia itu batal memantau langsung kegiatan vaksinasi massal di Perumahan Kebon Kopi, Rabu (14/7).

Mulanya, warga mendapatkan informasi program vaksinasi yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) bakal dihadiri Jokowi. Namun, hingga pelaksanaan berlangsung Presiden RI ini tidak terlihat di lokasi.

Sejumlah warga yang mengetahui kebatalan kedatangan Jokowi pun mengaku kecewa. Seperti diungkapkan warga Kebon Kopi sekaligus peserta vaksinasi, Nuri (59).

“Padahal saya pengen ketemu si kalau pak Jokowi datang, pengen salaman gitu. Belum pernah ketemu pak Jokowi, pengen aja gitu ketemu aslinya,” katanya seraya tertawa.

Baca Juga  Tegas soal Penyekatan PPKM Darurat, Danrem: Tidak ada STRP Kita Putar Balik

Begitu juga dirasakan warga lainnya, Afifah. Mulanya ia merasa senang tempat tinggalnya akan didatangi Presiden RI. Namun, setelah panitia memberitahu kepala negara batal hadir mendatangi kegiatan ini, ia bersama keluarganya kecewa.

“Kecewa ya pasti. Karena semalem di infoin pak Presiden mau kesini. Cuma tadi panitia bilang (kehadiran Jokowi) diganti lewat sambutan rekaman suara,” ujar perempuan berhijab itu.

Untuk diketahui, BIN menggelar vaksinasi Covid-19 secara door to door secara serentak kepada warga di 15 kota/kabupaten, salah satunya di Kota Bogor, Rabu (14/7).

BIN menyiapkan sebanyak 1000 dosis vaksin Covid-19 bagi warga di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah.

“Di wilayah ini kami mendapatkan target peserta 1.000 dosis,” kata Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi.

Baca Juga  12 Hari Gelar Serbuan Vaksinasi, Korem 061 Suryakanca Suntik 15 Ribu Warga

Sementara itu, Lurah Kebon Kelapa, Yadi Suyardi mengatakan, Kelurahan Kebon Kelapa terutama di Kampung Kebon Kopi masuk wilayah zona merah penyebaran Covid-19.

“Bahkan mungkin wilayah kampung Kebon Kopi ini nyaris zona hitam, karena banyak warga yang terpapar,” kata Yadi.

Karena itu, kata Yadi, warga sekitar yang dinyatakan negatif diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan BIN maupun pemerintah daerah. Namun begitu, peserta vaksinasi hanya berlaku untuk warga yang berdomisili di wilayahnya.

“Untuk yang menetap atau berdomisili di wilayah Kebon Kopi wajib menerima vaksinasi,” ujarnya.

Pemerintah berencana menuntaskan vaksinasi Covid-19 akhir tahun ini. Hingga saat ini, 37 juta orang telah menerima vaksin dosis pertama. Sebanyak 15,3 juta di antaranya telah menerima dua dosis vaksin covid-19.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Membludak, Danrem Ancam Sanksi Pelanggar Prokes di Bogor

Pelaksanaan vaksinasi secara masif diberbagai daerah terus dilakukan agar kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19 bisa segera tercapai.

Salah satunya dengan metode vaksinasi jemput bola dalam upaya meningkatkan partisipasi vaksinasi. Hal ini untuk dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses dan yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19. (mg1/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *