Warga Rela Berkerumun Demi Divaksin Covid, Agustus Pekerja Wajib Sudah Vaksin

by -

Seorang peserta vaksinasi massal di gedung Brajamustika, Kota Bogor, Sukitman, mengaku terpaksa antre berjam-jam untuk mendapatkan program vaksin Covid-19. Hal itu ia lakukan lantaran tempat kerjanya di Jakarta mewajibkan semua pekerja sudah harus divaksin Covid-19 mulai Senin (2/8).

“IYA lega, karena di tempat kerja saya per Agustus 2021 semua pekerja yang masuk harus sudah divaksin,” kata Sukitman usai mengikuti program vaksinasi kepada Metropolitan, Senin (26/7).

Sukitman merupakan pe­serta vaksinasi yang mendaf­tarkan diri di tempat. Ia rela datang ke lokasi vaksin sejak pukul 09:00 WIB. Setelah datang ke gedung Brajamus­tika, Sukitman wajib mengi­si formulir yang disediakan petugas. Ia juga harus mem­bawa kelengkapan diri ber­upa surat KK dan fotokopi KK.

Baca Juga  Pariwisata di Jakarta Wajib Terapkan Kartu Vaksin

Setelah semua syarat ter­penuhi, Sukitman mengan­tre bersama warga lainnya untuk menunggu giliran mendapatkan vaksin Co­vid-19. Hingga pukul 11:30 WIB, tiba giliran Sukitman disuntik vaksin. Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit, ia dinyatakan selesai mengik­uti program vaksinasi mas­sal pada tahap pertama.“ Intinya senang. Yang penting sekarang sudah punya kertas bukti vaksin buat dilaporin ke kantor. Ini juga mau be­rangkat jalan kerja lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di gedung Braja­mustika, Kecamatan Bogor Barat, menimbulkan keru­munan pada Senin (26/7). Hal ini akibat tingginya an­tusiasme warga, ditambah petugas membuka pendaf­taran di tempat.

Program vaksinasi massal ini diperuntukkan khusus warga Kecamatan Tanahsa­real, Kota Bogor. Di mana kegiatan vaksinasi massal sudah dilakukan sejak Jumat hingga Senin (23-26/7), dengan target 6.900 warga Kecamatan Tanahsareal.

Baca Juga  Stok Vaksin Menipis, Puskesmas Kembang-kempis

Pantauan Metropolitan di lokasi, kegiatan ini dibuka sejak pukul 09:00 WIB. Di mana ada dua kategori pene­rima vaksin yang disediakan petugas. Yakni, warga yang sudah mendaftarkan diri di kelurahan masing-masing dan warga yang bisa mendaftarkan diri di tempat dengan syarat membawa surat Kartu Kelu­arga (KK) dan fotokopi KTP. Namun karena banyaknya peminat, lokasi antrean ter­pantau dipadati warga yang hendak mengikuti program vaksinasi. Bahkan, tempat duduk yang disediakan tidak mencukupi jumlah warga yang antre.

Karena keterbatasan tem­pat, petugas memutuskan menutup lebih awal pendaf­taran vaksinasi di tempat bagi warga yang belum mendaftar di kelurahan se­kitar pukul 11:00 WIB. Ke­rumunan pun dapat ter­hindarkan hingga pendaf­taran di tempat yang dibuka kembali pukul 13:00 WIB itu berjalan lancar dan kondu­sif.

Baca Juga  Ngebut Target Vaksin, Kejari Kota Bogor Garap Vaksinasi Adhyaksa Sehat Bareng Pemkot

Menanggapi hal itu, Camat Tanahsareal, Sahib Khan, mengakui sempat terjadi kerumunan pada hari terakhir kegiatan vaksinasi bagi war­ga Tanahsareal ini. Meski kegiatan vaksinasi yang me­nargetkan sebanyak 6.900 warga Tanahsareal itu sudah dimulai Jumat (23/7), pada hari pertama kegiatan masih terbilang aman, lancar dan kondusif.

“Pada hari terakhir sangat terlihat antusiasme warga be­gitu tinggi. Kami mohon maaf atas terjadinya kerumunan. Tapi kami sebagai panitia sel­alu mengimbau warga untuk selalu menerapkan prokes,” ujarnya. (mg3/rez/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *