Bos Pasar : Vaksinasi Kota Bogor Capai 80 Persen Dulu, Baru Terapkan Masuk Pasar Wajib Vaksin

by -
SEPI : Situasi Blok F Pasar Kebonkembang masih sepi pengunjung. Kota Bogor masih belum terapkan masuk pasar wajib vaksin. (Foto :Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor rupanya masih sulit menerapkan aturan wajib vaksin bagi pedagang atau pengunjung yang datang ke pasar tradisional se-Kota Bogor.

Sebab, presentase capaian vaksinasi secara total di Kota Bogor disebut baru menyentuh 55 persen. Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir.

Sejatinya, pihaknya ingin memberlakukan wajib vaksin bagi pedagang, karyawan maupun orang-orang yang datang ke pasar. Dengan menunjukan identitas sudah divaksin, baik vaksin pertama maupun kedua.

Namun, dari laporan yang ia dapat, secara umum capaian vaksinasi Kota Bogor baru di angka 55 persen. Sehingga menurutnya masih sulit untuk diterapkan sekarang-sekarang ini.

“Kami masih menunggu, minimal  Kota Bogor capai 80 persen vaksinasi dulu, baru kita berlakukan (wajib vaksin di pasar tradisional).  Kalau nggak, ya kasihan,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di DPRD Kota Bogor, Selasa (24/8).

Baca Juga  Awas! Pembobol Atm Masih Berkeliaran

Memang, sambung dia, upaya percepatan vaksinasi dengan menyebar 18 titik sentra vaksin di enam kecamatan  sudah bagus. Meskipun kadang terkendala pasokan vaksin dari pemerintah pusat yang tak jarang terhambat.

“Misalnya kita bisa vaksinasi 20 ribu per hari, tapi karena pasokan terhambat jadi cuma 10 ribu, ini problem. khusus pasar, kita akan memberlakukan kewajiban vaksin itu disaat angka Kota Bogor sudah 80 persen, minimal ya syukur-syukur bisa lebih dari segitu,” jelas Muzakkir.

Dari sisi pedagang, ia memprediksi hingga saat ini sudah lebih dari 65 persen pedagang yang ada dibawah komando Pasar Pakuan Jaya, yang sudah mendapat vaksin dan sudah diatas rata-rata Kota Bogor. Apalagi, sangat terbantu saat vaksinasi awal untuk pelayan publik, di mana pedagang menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan untuk dapat vaksin.

“Karena tahap awal pedagang kita sudah duluan diberikan vaksin. Waktu awal itu 1.800 pedagang kita vaksin di Blok F Pasar Kebonkembang, lalu kami tarik ke beberapa titik seperti di Puri Begawan, Vihara Dhanagun hingga YONIF 315. Ada yang 500, 1.000 orang. Nah yang di (Yonif) 315 itu cukup membantu karena warga luar Kota Bogor pun bisa,” tandasnya.

Baca Juga  Stok Daging dan Sembako di Bogor Diprediksi Aman hinga Lebaran

Namun dengan tegas ia menyebut bahwa pihaknya belum mendapatkan data fiks berapa sebetulnya pedagang hingga karyawan pasar yang sudah divaksin.

“Jujur kami belum punya data fiks berapa pedagang yang sudah divaksin, presentasenya. Karena nggak cuma pegadang tapi juga karyawan-karyawannya. Dan target kita termasuk keluarga pedagang. Bahkan semuanya, seperti (petugas) parkir hingga bongkar muat. Tapi prediksi saya untuk pedagang sudah di angka diatas 65 persen, karena pertama tahap awal pedagang kitas udah duluan diberikan vaksin,”  papar Muzakkir.

Idealnya, pihaknya menargetkan 100 persen pedagang dibawah Pasar Pakuan Jaya termasuk karyawan di pasar, sudah divaksin.  Saat ini pihaknya juga sedang proses pengecekan dan mendatangi satu-satu pedagang di pasar.

Baca Juga  Tuquh Indonesia Hadirkan Sistem Belanja Online, Siap Antar Kebutuhan Warga

“Ditanya sudah vaksin belum, mana buktinya. ini udah proses kesana. Nanti baru dapat data berapa yang belum divaksin. Intinya terus kita upayakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor saat ini tengah membahas kebijakan terkait vaksin jadi syarat pedagang tradisional dan ritel untuk bisa berjualan. Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, kebijakan wajib vaksin Covid-19 akan berlaku bagi pekerja ritel kedepannya.

Berdasarkan data hingga akhir Juli lalu, sudah ada 8.200 pekerja ritel yang sudah mengikuti program vaksinasi pemerintah. Sedangkan 10.000 orang masih menunggu karena ketersediaan vaksin. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.