Cegah Lansia Terlantar, Ini yang Dilakukan PKK Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor menggandeng kader Bina Keluarga Lansia (BKL) Kabupaten Bogor untuk bersama-sama melakukan pembinaan keluarga lanjut usia (lansia). Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi adanya lansia terlantar.

Hal itu disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah saat Bimbingan Teknis BKL di Ruang VIP Gedung Tegar Beriman, Kamis (26/8).

Langkah ini juga dilakukan agar tercipta lansia tangguh dan terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Menurut Halimatu Sadiyah, pihaknya ingin melahirkan kader dan kelompok-kelompok yang merujuk pada 10 program PKK terbaik.

Selain dapat membina keluarga lansia dengan maksimal, diharapkan dapat mewakili Kabupaten Bogor pada monitoring dan evaluasi tingkat provinsi ataupun tingkat nasional. Sehingga ke depan, Program Pokja I di Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Baca Juga  SSB Mutiara 97 Bogor U-12 Borong Penghargaan di Liga Topskor

“Tentunya dalam mencapai keberhasilan yang diinginkan dalam mengelola sebuah kelompok kegiatan diperlukan adanya kiat-kiat khusus yang harus kita laksanakan. Tujuannya untuk meminimalisasi lansia terlantar di Kabupaten Bogor, sehingga tujuan terbentuknya lansia tangguh dan terpenuhi kebutuhan dasarnya dapat tercapai,” kata Halimatu Sadiyah

Jika merujuk pada 10 program kelompok PKK, Program Penghayatan Pengelola Pancasila dan Program Gotong-Royong Kegiatan Kelompok BKL merupakan pembinaan karakter dan kehidupan keluarga yang dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang.

Caranya dengan menanamkan sikap dan perilaku budaya luhur Bangsa Indonesia, melalui keteladanan orang tua dan orang yang dituakan serta pembinaan lansia agar memiliki kegiatan yang bermanfaat sesuai dengan potensi yang dimiliki

“Untuk itu saya mengimbau kepada para peserta pembinaan untuk bertukar pendapat dan pengalaman dalam sesama peserta guna merumuskan pola manajemen kelompok yang baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Rambah Bogor, ADCP Siap Bangun Proyek Grand Central Bogor

Halimatu Sadiyah juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Kesehatan, DP3AP2KB dan Dinas Sosial serta Dinas Kominfo Kabupaten Bogor yang telah bekerja sama dengan Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor.

“Semoga kerja sama ini membuahkan hasil sesuai dengan harapan kita semua,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Anak dan Lansia Terlantar pada Dinsos Kabupaten Bogor, Eti Haryati menjelaskan, lansia terlantar yakni lansia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya, atau lansia yang tinggal di masjid, pasar, jalan, bahkan ada beberapa yang menumpang di rumah orang lain.

“Kami selalu bersinergi dengan para pendamping Pekerja Sosial Perlindungan Anak (PKSA) desa dan kecamatan dengan para pendamping yang ada di lapangan untuk mengevaluasi Lansia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga bisa terpantau semua penanganan yang ada di wilayah masing-masing yaitu untuk pelayanan Lansia,” jelasnya.

Baca Juga  Cegah DBD, Warga Bogor Lakukan Fogging secara Swadaya

Leran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama peduli dan sinergi dengan desa dan kecamatan. Sebab, permasalahan Lansia faktor utamanya adalah kemunduran fisik, mental dan sosial.

“Fisiknya makin tua makin lemah, mentalnya juga tidak stabil sudah mengalami asam urat, diabetes dan lainnya. Komunikasi dan mobilitas lansia juga lemah seperti kurang pendengaran. Lalu hilangnya pekerjaan karena masa pensiun, bahkan tidak punya pensiunan,” terangnya.

Untuk itu, ia ingin agar seluruh masyarakat untuk penduli terhadap lansia. Caranya, dengan memantau dan mengawasi lansia yang ada di wilayah masing-masing.

“Sehingga tidak terjadi keterlantaran lansia di Kabupaten Bogor,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.