Cerita Marse Bantu Pasien Kritis Covid-19: Pinjamkan Tabung Oksigen, Pulang Hanya Tabung

by -

METROPOLITAN.id – Tatapannya kosong. Matanya berkaca. Beberapa detik Marse Hendra Saputra hanya bisa tertunduk tanpa melakukan aktivitas apapun.

Marse coba mengingat kembali kejadian pertama saat ia membantu pasien Covid-19 yang membutuhkan terapi oksigen, karena tingkat saturasinya rendah.

Berawal dari informasi yang didapat. Ada pasien Covid-19 yang membutuhkan terapi oksigen, namun keterbatasan dengan tabung oksigen. Dari situ hati kecil Marse ikut tergerak.

Marse mencoba membantu menyelesaikan persoalan yang tengah melanda sebagian pasien Covid-19. Ia hadir dengan tiga buah tabung oksigen yang dimilikinya, bekas digunakan almarhum orang tuanya semasa hidup.

Sebuah tabung oksigen beserta isinya pun dipinjamkan. Sang pasien mendapatkan bantuan terapi oksigen. Keadaannya pun cukup terbantu setelah mendapatkan napas tambahan.

Baca Juga  Hadiah Konsistensi Real Madrid

Namun, kondisi pasien yang merupakan warga Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara itu mulai memburuk pada malam harinya, karena penyakit penyerta atau komorbid yang dimilikinya.

Sang pasien pun akhirnya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS), untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Dari awal sebenarnya saya lihat memang sudah berat. Namun karena pada saat itu memang membutuhkan oksigen, kenapa tidak kita pinjamkan (tabung oksigen),” kata Marse.

“Dia (pasien) sempat dibantu (napas tambahan) pakai oksigen. Tapi karena keadaannya mulai memburuk akhirnya dilarikan ke RS,” ucap pria yang saat ini menjabat sebagai Camat Bogor Utara.

Setelah sang pasien menunggu sekian lama di tempat antrean RS, warga berusia 50 tahun ini pun mendapatkan pertolongan medis dari tenaga kesehatan di ruang isolasi. Namun kondisinya belum membaik pada saat itu.

Baca Juga  3 Hari Beroperasi, Stok Oksigen di Bogor Utara Nyaris Ludes

Keesokan harinya, Marse mendapatkan kabar buruk yang sebenarnya ia tidak ingin dengar. Pasien Covid-19 yang ia bantu dinyatakan meninggal dunia.

“Malam dibawa ke RS dan besoknya meninggal di RS,” ucapnya seraya menarik napas beberapa detik.

“Kalau dibilang sedih ya sedih. Paling tidak kita sudah berupaya membantu almarhum,” ujar dia.

Namun tak sampai disitu, Marse terus berpikir agar kejadian serupa tidak terulang. Dari situ, akhirnya Marse memutuskan, tabung oksigen yang sempat dikembalikan keluarga almarhum, beserta dua tabung lain yang dimiliki, akhirnya ia pinjamkan ke warga yang membutuhkan, pasien Covid-19.

“Bagi saya itu jadi pemicu berpikir supaya tidak terjadi lagi (kejadian pasien Covid-19 kesulitan mendapatkan tabung oksigen),” imbuhnya.

Baca Juga  Ayo Saling Bantu! Mulai Rp10 Ribu Kamu Bisa Donasi Oksigen Gratis untuk Anak Negeri Lewat KitaBisa.com

Meski demikian, Marse mengaku hingga saat ini tidak mengetahui dimana keberadaan tiga tabung oksigen yang dimilikinya. Terakhir, informasi yang ia dapat, satu tabung digunakan pasien Covid-19 asal Tanah Baru.

“Terakhir satu tabung yang saya tahu sempat dipake warga Tanah Baru, tapi sekarang sudah sembuh informasinya dan saya tidak tahu lagi posisi tabung ada dimana,” bebernya.

“Yang penting terpakai bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Dan mungkin sudah ada puluhan orang yang menggunakan tabung ini,” tandas dia. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.