Dana Bantuan Internet Gratis Batal Dianggarkan, 799 Perangkat Wifi di Bogor Terancam Dicabut

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak 799 perangkat Wifi yang sudah terpasang di setiap RW se-Kota Bogor terancam dicabut.

Hal itu terjadi setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor batal menganggarkan dana bantuan internet gratis bagi para pelajar dan tenaga pendidik.

“(Jadi) alat Wifi yang telah dipasang sebelumnya itu sudah ada perjanjiannya. Apakah nanti modelnya akan diteruskan pembayarannya oleh pusat, kan kita tidak tahu,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

“Atau kemudian ditarik dulu kemudian diadakan lagi, kita belum tahu. Jadi kita serahkan semuanya ke kementerian, nanti kementerian berkoordinasi dengan Diskominfo,” sambungnya.

Meski demikian, Dedie kembali menekankan bahwa anggaran Wifi ini bukan semata-mata dihapus, tetapi ada kebijakan dari Kemendikbud bahwa akses untuk gawai disiapkan Pemerintah Pusat.

Baca Juga  Pemkot Siap Keluarkan IMB Revitalisasi Terminal Baranangsiang

“Jadi kita sih bersyukur masa double-double, pemerintah pusat bikin anggaran, tujuannya sama, masa kita tetap menganggarkan, nanti tidak efektif,” ucapnya.

“Lebih baik anggaran tersebut dialihkan kepada yang memang tidak dianggarkan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Dedie.

Sebelumnya, Pemkot Bogor batal menganggarkan dana bantuan internet gratis bagi masyarakat Kota Bogor.

Kepastian itu disampaikan langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat.

“Iya (batal). Karena ada bantuan kuota gratis dari Kemendikbud,” kata Rahmat kepada Metropolitan.id, Minggu (1/8).

Menurutnya, kuota gratis bagi para pelajar itu rencananya akan disalurkan Kemendikbud pada bulan Agustus 2021 ini.

Adapun rincian bantuannya sebagai berikut, untuk peserta didik jenjang PAUD mendapatkan kuota gratis sebesar 7 Gb perbulan.

Baca Juga  Bima Janjikan Pusat Olahraga di Setiap Kecamatan

Selanjutnya, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 10 Gb perbulan. Terakhir, pendidik jenjang PAUD serta pendidikan dasar dan menengah sebesar 12 Gb perbulan.

“Iya (kuota diberikan bulan ini). Kuota belajar ini diperuntukan bagi pelajar dan tenaga pendidik,” ujarnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *