Disetujui Rp2,5 T, Target Belanja Daerah Kota Bogor Menyusut Rp900 M

by -
ILUSTRASI Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor. (Ist)

Sudah seimbang, Pemkot-DPRD Kota Bogor Setujui KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022.

——————–

 

METROPOLITAN.id – Target Belanja Daerah Kota Bogor pada tahun 2022 disetujui sebesar Rp2,5 triliun.

Terkuak saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna persetujuan Kebijakan Umum Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) tahun anggaran 2022, Senin (23/8).

Jumlah itu lebih rendah ketimbang target saat penyampaian Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2022, Juli lalu.

Saat itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa target Belanja Daerah Kota Bogor pada KUA-PPAS tahun anggaran 2022 sebesar Rp3,4 triliun.

Artinya, ada selisih penurunan sekitar Rp900 miliar setelah ada rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bareng dewan pasca rapat paripurna penyampaian Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2022, 14 Juli silam.

Baca Juga  Bima Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Meski begitu, Pemkot Bogor-DPRD justru menyetujui kenaikan besaran target Pendapatan Belanja Daerah pada KUA-PPAS 2022. Dari Rp2,1 triliun menjadi Rp2,35 triliun.

Bima Arya mengatakan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat, tahun anggaran 2022 diprediksi masih terdampak dan fokus pada penanganan Covid-19. Baik dari sisi pendapatan maupun belanja.

Begitu pula APBD Kota Bogor yang masih harus adaptif menyesuaikan diri dengan perkembangan Covid-19. pendapatan yang terdampak pandemi dan tanggap dalam belanja penanganan Covid19.

“Terutama dalam hal belanja penanganan Covid-19,” katanya, Senin (23/8).

Ia menjelaskan, Belanja Daerah dalam KUA-PPAS tahun anggaran 2022 disetujui sebesa Rp2,5 triliun. Terdiri dari berbagai sektor belanja.

“Utamanya prioritas Belanja Kesehatan Rp433 miliar, pendidikan Rp483 miliar termasuk untik dana BOS dan bantuan siswa miskin. Kemudian mendorong Pemulihan Ekonomi Rp18 miliar dan Belanja Bantuan Intervensi Jaring Pengaman Sosial Rp32 miliar. Serta belanja beberapa program prioritas yang mencapai Rp69,9 miliar,” tuntasnya. (ryn)

Baca Juga  Mulai Hari ini, Pasokan Air 14.000 KK Normal

Leave a Reply

Your email address will not be published.