Insentif Nakes Dibebankan ke Pemda, Bupati Bogor: Kita Anggarkan Rp90 Miliar

by -
Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memang telah menganggarkan puluhan miliar untuk insentif Tenaga Kesehatan (Nakes). Namun hingga pertengahan tahun ini pencairan insentif tersebut banyak menemui kendala.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, meski dibebankan insentif nakes, Ade Yasin mengaku telah mengalokasikan Rp90 Miliar. Meski pada sebelumnya anggaran tersebut ditanggung oleh Kementerian kesehatan, namun ada kebijakan baru jika insentif nakes kini dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Memang berat sih, tapi kita harus bisa memberikan juga karena itu kewajiban juga,” kata Ade Yasin.

Ade mengaku bahwa pihaknya tetap harus mengupayakan insentif kepada para nakes di Kabupaten Bogor yang berjuang menghadapi pandemi ini.

Baca Juga  Pekan Depan, DPRD Punya Pimpinan Baru

“Saya kira insentif itu juga perlu karena nakes itu kerjanya juga berat dan berisiko. Jadi ya itu jadi risiko daerah lah,” paparnya.

Sementara untuk pencairan insentif sendiri, ia mengaku sudah mencapai 65 persen. Meskipun ada beberapa kendala yang harus dihadapi sehingga ada keterlambatan dalan pencairan insentif nakes.

“Laporan dari BPKAD sekarang sudah 65 persen pencairannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi menjelaskan, untuk 2021 Pemkab Bogor mengalokasikan sebesar Rp60 miliar untuk instensif nakes yang tengah menangani pasien Covid-19 di rumah sakit dan puskesmas.

“Jadi ada peralihan, untuk tahun ini anggaran insentif nakes dibebankan kepada pemerintah daerah yang sebelumnya itu dicover oleh Kementerian Kesehatan,” kata Ade Jaya.

Baca Juga  Fun Walk di Sentul City Dihadiri Ade Yasin

Menurutnya, dari jumlah Rp60 miliar yang disiapkan, sekitar Rp34,8 miliar di antaranya telah dicairkan. Ade Jaya mengungkapkan, pencairan yang sudah dilakukan untuk pemberian insentif di bulan Januari dan Februari 2021.

Kendati demikian, Ade Jaya membeberkan jika peralihan anggaran insentif nakes dari Kementerian Kesehatan ke pemerintah daerah berdampak pada besaran yang diterima nakes.

Jika pada 2020 dokter spesialis sebelumnya mendapatkan Rp15 juta kini Rp7,5 juta. Dokter umum atau gigi sebelumnya Rp10 juta kini Rp5 juta. Bidan atau perawat sebelumnya Rp7,5 juta kini Rp3,75 juta. Dan tenaga kesehatan lainnya sebelumnya Rp5 juta kini menjadi Rp2,5 juta

“Jadi ini adalah perintah dari Kementerian Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah ditahun 2021 untuk mencairkan insentif nakes minimal 50 persen dibanding insentif sebelumnya. Ini menyesuaikan juga dengan kemampuan keuangan daerah,” paparnya.

Baca Juga  Ade Yasin Pimpin Upacara HAB Ke-73

Selain itu, BPKAD Kabupaten Bogor pun telah mencairkan insentif vaksinasi sebesar Rp4,8 miliar dengan besaran honor Rp500 ribu.

“Kita juga sudah cairkan pembayaran insentif untuk bulan November 2020 sekitar Rp18,6 miliar. Anggaran ini sumbernya dari Kemenkes yang masuk ke kas daerah di akhir Desember 2020 yang kemudian kita anggarakan di 2021,” pungkasnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *