Jelang PTM di Kota Bogor, Anak Belum Divaksin Nggak Boleh Masuk Sekolah? Ini Kata Kadisdik

by -
ILUSTRASI : Sempat melaksanakan simulasi PTM terbatas, beberapa waktu lalu, Kota Bogor merencanakan kembali simulasi PTM. (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mematangkan berbagai kajian pada rencana bakal diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas setelah penurunan status Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3 di Kota Bogor. Diantaranya soal rencana pelaksanaan simulasi kembali dalam waktu dekat sampai terkait vaksinasi terhadap pelajar.

Diketahui hingga saat ini, capaian vaksinasi Kota Bogor secara total baru sekitar 54 persen. Khusus untuk anak sekolah di Kota Bogor sendiri, baru di kisaran 15 persen. Padahal, Kota Bogor sendiri memasang target selesai pada September mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi. Menurutnya, selain membahas kemungkinan dua opsi pelaksanaan PTM Terbatas sesuai arahan wali Kota Bogor, saat ini pihaknya juga fokus dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar yang presentasenya masih 15 persen.

Baca Juga  Bocah 10 Tahun Hanyut di Sungai Cisadane Bogor

Meskipun ia menggarisbawahi bahwa vaksinasi bukan syarat mutlak bagi siswa agar bisa masuk sekolah saat PTM Terbatas nanti. Sesuai aturan dari pemerintah pusat, kata dia, syarat boleh tidaknya anak masuk sekolah itu hanyalah izin dari orang tua.

“Tujuannya itu untuk menghambat atau mengurangi resiko terinfeksinya anak-anak kita saat PTM nanti. Jadi vaksin ini nggak jadi persyaratan administrasu boleh tidaknya anak ke sekolah. Boleh tidaknya anak masuk sekolah itu hanya dari izin orang tua,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di DPRD Kota Bogor, Rabu (25/8).

Sehingga, sambung dia, bilamana nanti saat diterpakan PTM ada siswa yang tidak atau belum tervaksin, bukan dalam arti siswa itu dilarang ke sekolah. Tapi tetap bisa masuk sekolah.

Baca Juga  1.600 Pelajar Meriahkan GSP 91 Bogor

“Tetapi ini upaya kita untuk menghambat penyebaran Covid-19 di kalangan pelajar saat PTM Terbatas nanti. Hanya untuk menjaga anak-anak. Tidak ada bahasa anak-anak tidak divaksin itu tidak bisa sekolah. Selain karena alasan orang tua ya, karena memang masih ada orang yang masih belum rela dan khawatir anaknya ke sekolah,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah memberikan sinyal sekolah di Kota Hujan dapat menggelar belajar tatap muka, setelh status PPKM Kota Bogor turun dari Level 4 ke Level 3. Ia pun sudah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Opsi pertama apakah kita menunggu 100 persen guru pelajar sudah divaksin. Atau kedua, sekolah-sekolah yang sudah divaksin saja yang bisa menjalankan tatap muka,” kata Bima Arya. (ryn)

Baca Juga  Hingga Semester I 2022, Kota Bogor Baru Rampungkan 74 Paket Tender

Leave a Reply

Your email address will not be published.