Jelang PTM, Orang Tua Waswas Banyak Siswa Belum Divaksin

by -
Ilustrasi siswa belajar di sekolah. (fadli/metropolitan)

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengizinkan sekolah melaks­anakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), seiring dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy­arakat (PPKM) level 3. Namun, kebijakan itu rupanya men­jadi polemik di kalangan orang tua, khususnya orang tua mu­rid Sekolah Dasar (SD).

Salah seorang orang tua mu­rid, Ratna Purwaningsih, mengaku takut jika anaknya harus menggelar PTM. Apa­lagi, anaknya yang masih kelas 3 SD ini belum memenuhi syarat untuk divaksin. Ini ber­beda dengan siswa SMP atau SMP yang usianya lebih dari 12 tahun.

“Kan waswas juga, apalagi anak kita belum divaksin, kha­watirnya anak kita kan men­jadi media penularan kepada orang yang ada di rumah. Apalagi kalau jadi klaster pe­nularan Covid-19,” kata Ratna. Meski begitu, Ratna mengaku jika mutu belajar di rumah dan di sekolah sangat berbeda. Begitu juga dengan pergaulan anaknya yang sangat dibatasi saat pandemi.

Baca Juga  Ratusan Atlet Meriahkan Kejuaraan Jonay Spin Cup

“Kita sebagai orang tua mu­rid paham kondisinya seper­ti ini. Tapi, saya harap ada opsi yang lebih baik dalam pelaksanaan PTM ini, entah jumlah siswanya yang dikurangi sistem sif atau sistem lainnya,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi, angkat bicara. Menurutnya, langkah Pemkab Bogor untuk meny­elenggarakan PTM sudah tepat. Terlebih sudah beberapa tahun ini para siswa belajar di rumah, sehingga opsi PTM dianggap opsi yang baik untuk mening­katkan mutu pembelajaran yang diberikan kepada siswa.

“Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan atau sekolah. Seluruh civitas sekolah harus sudah divaksin agar orang tua murid yang anaknya melaks­anakan PTM merasa aman dan tidak khawatir,” kata Ridwan, Kamis (26/8).

Baca Juga  Ingat! Harus Ada Petugas yang Mengawasi PTM

Begitu juga dengan Satgas Sekolah. Ia meminta setiap sekolah yang menyelenggara­kan PTM memiliki Satgas Se­kolah. Sehingga dapat mener­tibkan pelajar-pelajar yang berkerumun di area sekolah agar pelajar yang melaksana­kan PTM ini aman dari penu­laran Covid-19.

Dalam PTM nanti, Ridwan meminta Dinas Pendidikan memprioritaskan wilayah-wilayah yang blankspot atau tidak terjangkau sinyal internet. Sebab, banyak wilayah yang saat ini masih blankspot, namun belum ada perhatian dari pe­merintah, sehingga wilayah-wilayah tersebut harus men­jadi prioritas pelaksanaan PTM.

“Dari 40 kecamatan ini ba­nyak sekali wilayah yang blank­spot dan seharusnya memang wilayah itu yang menjadi prioritasnya. Sebab untuk wi­layah perkotaan bisa belajar via online seperti sebelumnya,” paparnya. (mam/eka/py)

Baca Juga  Tok! Disdik Tiadakan PTM Kota Bogor pada Juli Nanti

Leave a Reply

Your email address will not be published.