Kabar Gembira, Guru non PNS Dapat Insentif Rp2,4 Juta Lewat ATM Pancakarsa

by -
Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Yasin - Iwan Setiawan saat penyerahan secara simbolis ATM Pancakarsa kepada guru non PNS penerima insentif di Aula Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/8). (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Tegar Beriman.

Kali ini, Bupati Bogor Ade Yasin meluncurkan ATM Pancakarsa yang berisi bantuan insentif untuk para pendidik non PNS pada jenjang Paud, TK, SD dan SMP

Peluncuran dilakukan di Aula Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/8). Sejumlah guru penerima insentif dihadirkan langsung. Sementara sisanya mengikuti prosesi penyerahan ATM Pancakarasa lewat daring.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, penerbitan kartu ataupun atm pancakarsa ini mengacu pada kebijakan ketentuan pemerintah pusat, yaitu Inpres nomor 10/2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, SE Mendagri nomor 910/1867/sj dan nomor 910/1867/sj tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah, Permendagri nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2022, dan Permendagri nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca Juga  Jambore Jadi Ajang Menarik Wisatawan

Lewat peluncuran ATM Pancakarsa ini, para guru non PNS bakal mendapat insentif yang bisa dicairkan tiap semester atau 6 bulan sekali melalui ATM Pancakarsa bekerjasama dengan Bank BJB Cabang Cibinong. Besarannya bervariasi tergantung lama pengabdian sebagai guru.

Menurut Ade Yasin, jumlah guru non PNS Paud di Kabupaten Bogor berjumlah 9.707 orang. 64 persen dari jumlah tersebut atau sebanyak 6.250 guru menerima insentif tersebut untuk tahap awal. Masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp2,4 juta per 6 bulan. Total anggarannya per tahun mencapai Rp15 miliar.

Selain guru Paud, ada 10.001 guru non PNS tingkat TK negeri, SDN dan SMPN yang menerima insentif lewat ATM Pancakarsa. Rinciannya, guru non PNS TK Negeri sebanyak 4 orang, guru SDN 8.441 orang dan guru SMPN 1.556 orang. Sementara besaran insentif yang diterima para guru ini akan berbeda-beda sesuai dengan masa kerja mereka.

Baca Juga  Relokasi PKL Puncak Terancam Gagal

Guru non PNS di madrasah tingkat RA (TK), MI (SD), dan MTS (SMP) juga mendapat insentif lewat ATM Pancakarsa ini. Total penerimanya sebanyak 3.460 orang nominal sebesar 2,4 juta rupiah pertahun.

Pemberian insentif untuk guru non PNS ini juga dilakukan dengan transparan. Mereka yang telah memenuhi persyaratan minimal masa kerja 2 tahun akan mendapat insentif tersebut.

Menurutnya, pemberian insentif ini adalah bentuk perhatian Pemkab Bogor untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik dan pelayan masyarakat lainnya.

Selain itu, ia berharap insentif ini menjadi motivasi agar para guru non pns senantiasa meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca Juga  PERBAIKAN INFRASTRUKTUR MASUK PRIORITAS PASANGAN HADIST

“Semoga kehadiran ATM Pancakarsa ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja para guru dalam mendukung terwujudnya Karsa Bogor Cerdas dan visi Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban,” harapnya.

Kehadiran ATM Pancakarsa melengkapi Kartu Bogor Cerdas yang sudah lebih dulu diluncurkan. Bedanya, Kartu Bogor Cerdas diperuntukan bagi siswa kurang beruntung untuk membeli seragam dan peralatan sekolah lainnya. Sementara Kartu Pancakarsa ditujukan untuk para tenaga pendidik dan pelaku pembangunan lainnya.

“ATM Pancakarsa ini untuk tenaga pendidik, berupa uang tunai . Nah untuk Kartu Bodas, (Bogor Cerdas), itu untuk membeli seragam dan peralatan sekolah lainnya, jadi kartu yang akan diberikan untuk murid- murid tidak mampu, isinya itu uang, tapi hanya bisa dibelikan seragam sekolah dan kebutuhan sekolah saja,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *