Karena Cinta, Ingin Aku Kutuk Takdir(8)

by -
Asyik Berteman di Dunia Maya tapi Kaku di Dunia Nyata (Habis)

Karena Cinta, Ingin Aku Kutuk Takdir(8)

GEO duduk disamping ayahnya yang sepertinya baru behenti menangis, tanpa befikir panjang Gea segera men­ghampiri mereka, membuat kedua orang itu sedikit terkejut dengan ke­datangan Gea yang tiba-tiba.

“Untuk apa kau datang ke sini?” Tanya Gea tanpa basa-basi lagi.

“Menemuimu dan ayah.”

“Untuk apa?”

Tanpa mau mendengar jawaban Geo, gea segera melanjutkan kata-katanya.

“Lebih baik kau tidak usah menemui kami untuk selamanya, aku tidak per­nah mau bertemu dengnmu lagi, jadi saya mohon Dokter Geo, lebih baik anda segera pergi dari rumah kami!”

Kali ini ego Gea mengalahkan segala rasa yang ada di hatinya, jadi dia men­gatakan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia fikirkan sebelumnya dan itu sangat bertentangan dengan hatinya.

Baca Juga  Karena Cinta, Ingin Aku Kutuk Takdir(11)

“Gea,,,”

“Tidak apa-apa Ayah,aku sudah mengerti.” Ujar Geo menyela perka­taan Tino, lalu dia menatap Gea dan melanjutkan perkataannya, “aku tidak akan pernah menemuimu lagi, mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, aku hanya ingin mengatakan maaf dan selamat tinggal.”

Setelah itu Geo meninggalkan rumah itu juga Gea dan ayahnya.

“Kenapa kau melakukan itu?” Tanya Tino dengan kekecewaan yang ken­tara di wajahnya.

“Aku memang tidak pernah mau ber­temu dengannya lagi,dia sendiri yang meninggalkan kita, jadi untuk apa dia ingin menemui kita sekarang?” Lagi-lagi egonya mengalahkannya.

“Dia tidak pernah bermaksud mening­galkanmu.” Ujar Tino dengan nada yang sedikit meninggi.

Gea tertawa sumbang mendengar perkataan ayahnya, “Tidak pernah bermaksud meninggalkanku?

Baca Juga  Mama Kenapa Engkau Pilih Kasih? (Habis)

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *