Kasus Covid-19 Menyusut, Ganjil Genap Dilanjut?

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meyakini kasus Covid-19 di wilayahnya saat ini mulai menyusut sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada Senin (26/7) lalu.

Meski demikian, sampai saat ini Pemkot Bogor belum bisa memastikan apakah program ganjil genap akan dilanjutkan di wilayahnya setelah habis pada Senin (2/8) besok.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menuturkan, sejak PPKM Level 4 mulai diterapkan pada Senin (26/7), angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Bogor mulai membaik.

Selain itu BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian tempat tidur rumah sakit juga semakin menurun dan masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) semakin banyak yang sembuh.

Angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) turun 66,4 persen, lebih rendah jika dibandingkan saat berakhirnya PPKM Darurat yakni 69,1 persen.

Baca Juga  Pemkot Tindak 17 Pelanggar KTR di Mal Bogor, 5 Orang Dipaksa Push Up

Angka itu turun dari keterisian di 21 rumah sakit rujukan dua pekan lalu atau pada awal PPKM Darurat Minggu (4/7) dengan jumlah 84 persen.

Meski demikian, Dedie menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah program ganjil genap akan dilanjutkan, diperbaharui atau ditiadakan.

Termasuk, apakah Kota Bogor masih berada pada status PPKM level 4 atau menurun ke level 3.

Karena, Satgas Covid-19 baru akan melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM level 4 untuk menentukan kebijakan kedepan di Kota Bogor pada Senin (2/8) besok.

“Semuanya bergantung pada hasil evaluasi yang dilakukan Satgas Nasional. Besok rapat evaluasinya,” kata Dedie kepada wartawan, Minggu (1/8).

“Tapi kita berharap terus terjadi penurunan jumlah kasus positif harian. Itu keingannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, angka keterisian tempat tidur saat ini menurun di angka 69 persen tetapi masih di atas standar WHO 60 persen.

Baca Juga  Akses Perumahan Griya Katulampa Diperketat, Warga Luar Dilarang Bertamu

Menurunnya akan BOR juga dipengaruhi pasien covid-19 yang sembuh, di sisi lain Pemkot Bogor juga terus menambah kapasitas ruang isolasi.

Dengan begitu, kata dia, sepanjang PPKM Level 4 peningkatan sembuh sebanyak 12.129 kasus.

Sementara, tempat tidur ruang ICU juga mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Saat ini, tersedia 51 tempat tidur dan dari jumlah itu baru terisi 45 unit atau 88,2 persen.

Sedangkan pada dua pekan sebelumnya mencapai 90 persen atau hampir penuh.

Untuk sebaran pasien yang dirawat asal Kota Bogor sebanyak 459 orang (54,3 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 243 atau 28,7 persen jumlah itu menurun dari sebelumnya 283 orang, dan pasien dari dengan domisili kota lainnya juga menurun menjadi 144 orang (17 persen).

Baca Juga  Ini Alasan Bima Arya Perpanjang Ganjil Genap di Bogor

Untuk pasien Covid-19 yang berada di pusat isolasi BKPP Ciawi dari 100 tempat tidur yang tersedia, terisi sebanyak 20 orang atau 20 persen dan Asrama IPB dari total 184 tempat tidur yang tersedia hanya terisi 34 orang atau 42 persen.

Angka harian pasien covid-19 Kota Bogor sempat naik dengan 2.063 kasus. Pun demikian, Wali Kota Bogor Bima Arya masih menyebut kasus Covid-19 Kota Bogor belum terkendali.

“Walaupun beberapa hari terakhir ada tren angka yang lebih baik namun demikian masih jauh dari kata terkendali,” sebut Bima kemarin.

Kata dia, Pemkot masih harus fokus untuk memastikan angka kesembuhan pasien terus meningkat. Selain memperhatikan warga isoman, ketersedian kamar isolasi, juga suplai oksigen. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *