Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi di 10 Kecamatan, PTM Terancam Diundur Lagi

by -
BURHANUDIN Sekda Kabupaten Bogor

METROPOLITAN.id – Secara keseluruhan kasus penularan covid-19 di Kabupaten Bogor memang menurun. Namun tidak dengan wilayah Cibinong Raya, yang masih menjadi kawasan mengancam akan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor. Terlebih seiring rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Dari catatan yang ada, sekitar 10 wilayah di Kabupaten Bogor yang masuk dalam kasus tertinggi penyebaran Covid-19. Selain Cibinong, ada Sukaraja, Bojonggede, Kemang, Parung, Tajurhalang, Citeureup, Gunungputri, Cileungsi, dan Ciomas.

Dari 10 wilayah tersebut, Cibinong menjadi yang teratas tiga besar dalam kasus positif Covid-19. Berdasarkan data per Minggu 29 Agustus 2021, Cibinong tercatat ada 56 kasus. Disusul dengan Cileungsi 19 kasus, dan 6 kasus di Kecamatan Ciomas.

Baca Juga  Pelanggar PSBB Adu Jotos dengan Petugas, Ini Kata Bupati Bogor

“Nah ini saya minta untuk diperhatikan sebelum PTM dilaksanakan. Jangan sampai niatan baik ini malah akan menjadi masalah nantinya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, Senin (30/8).

Burhan menilai, Dinas Pendidikan perlu memberikan intervensi lebih kepada 10 wilayah dengan kasus positif Covid-19 yang tinggi tersebut.

“Jadi pengawasannya harus beda ya. Jika yang kasusnya tinggi maka harus lebih ketat lagi. Begitu juga dengan kondisi wilayah. Jika wilayahnya jauh, blank spot, maka harus diperhatikan juga,” paparnya.

Dalam menentukan PTM ini, Burhan meminta agar Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah dan dewan sekolah melibat orang tua siswa dalam menentukan kebijakan PTM terbatas. Sehingga, lanjut dia, orang tua harus sama-sama mengontrol anaknya.

Baca Juga  Peraih Emas bakal Diguyur ’Duit Cendol’

“Orang tua siswa harus mengetahui berapa jam mereka sekolah, jam berapa harus pulang ke rumah. Bisa saja mereka di sekolah tidak kena, tetapi kena saat berkerumun dengan teman-temannya di luar sekolah atau di jalanan,” kara dia.

Dengan begitu jika ada siswa yang positif, orang tua murid jangan menyalahkan sekolah karena dibuka. Menurutnya, semua jajaran termasuk dewan sekolah dan orang tua murid harus lakukan sosialisasi melalui berbagai macam cara. Mereka juga bersama-sama mengontrol pergerakan setiap anak, terutama setelah jam sekolah selesai. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *