Kemenag Beri Keringanan Uang Kuliah Tunggal

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Agama (Kemenag) kembali menerapkan kebija­kan untuk memberikan ke­ringanan Uang Kuliah Tung­gal (UKT) bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun Aka­demik 2021/2022.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi eko­nomi keluarga, termasuk keluarga mahasiswa PTKN. Karena itu, kami tahun ini kembali menerapkan kebija­kan memberikan keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT),” terang Di­rektur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ram­dani, Senin (2/8).

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringa­nan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Kea­gamaan Negeri atas Dampak Wabah Covid-19, sebagai­mana telah diubah dengan KMA Nomor 81 Tahun 2021 tentang Perubahan atas KMA Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan UKT pada PTKN atas Dampak Wabah Covid-19.

Baca Juga  Hanya Bisa Menikmati Jadi Wanita Kedua (1)

“Kemenag ingin memastikan kelancaran pembayaran UKT dan meminimalisasi angka putus kuliah mahasiswa pada PTKN,” terang Ali. Penetapan Keringanan UKT ini berlaku bagi Mahasiswa Program Dip­loma dan Program Sarjana pada PTKN yang terdampak pandemi Covid-19. Keringa­nan tersebut berupa pengu­rangan UKT atau perpanjangan waktu pembayaran UKT.

Selain bentuk keringanan UKT, KMA 81/2021 juga mengamanatkan, PTKN yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dapat memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa ber­upa pembayaran UKT secara diangsur atau dicicil.

Kebijakan ini sudah diterap­kan pada tahun akademik 2020/2021 dan ada 160.563 mahasiswa penerima kering­anan UKT. Jumlah ini terdiri atas 15.153 mahasiswa yang menerima penurunan UKT 1 tingkat, 30.235 mahasiswa, menerima penundaan pem­bayaran UKT 2-4 bulan dan 6.285 mahasiswa menerima keringanan berupa cicilan pembayaran UKT. Sedangkan 108.890 adalah mahasiswa yang menerima pengurangan UKT. Prosentasenya berva­riasi, mulai dari 10, 15, 20, 25, 30, bahkan hingga 100 persen.

Baca Juga  UNBK Hari Kedua Berjalan Lancar

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno, menambahkan, ke­ringanan UKT dapat diberikan apabila mahasiswa dapat menunjukkan bukti/kete­rangan pendukung yang sah. Antara lain berupa status orang tua/wali telah meninggal du­nia, mengalami PHK, men­galami kerugian usaha atau dinyatakan pailit, mengalami penutupan tempat usaha atau menurun pendapatannya secara signifikan.

Suyitno menambahkan, ke­ringanan UKT berlaku untuk semester gasal Tahun Akade­mik 2021-2022 dan akan dila­kukan evaluasi serta peman­tauan sesuai kebutuhan. “Rektor/ketua PTKN mene­tapkan mekanisme pelaks­anaan keringanan UKT pada PTKN,” katanya.

Tak hanya itu, rektor atau ketua PTKN juga diberikan kesempatan bermitra atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu pem­biayaan UKT bagi mahasiswa. (jp/feb/py

Baca Juga  Ade Yasin Bangga Ribuan Siswa SD Hafal Alquran

Leave a Reply

Your email address will not be published.